Pelita News | Cirebon Timur – Menjadi sorotan publik, sempat dinyatakan Di Terima pada SPMB SMK Negeri 1 Lemahabang Tahun 2025/2026 namun tiba-tiba 7 nama calon siswa baru menghilang atau tidak tercantum lagi saat hendak melakukan daftar ulang. Hal ini memicu kecurigaan di tengah masyarakat dan sekaligus menimbulkan dugaan – dugaan negatif pada penyelenggaraan SPMB di SMK Negeri 1 Lemahabang.
Tokoh Pemuda Kecamatan Lemahabang, Herlan Widiarto, SH mengecam keras adanya kecerobohan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMK Negeri 1 Lemahabang. SPMB sendiri bertujuan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi semua, dengan fokus pada transparansi, keadilan, dan inklusi. Menurutnya, jika sampai adanya oknum bermain pada penerimaan siswa baru di SMK Negeri 1 Lemahabang dalam konteks SPMB adalah masalah yang perlu ditangani dengan serius.
“Hal ini jangan sampai mengindikasikan adanya potensi praktik curang atau tidak adil dalam proses seleksi sehingga berpotensi merusak integritas pendidikan. Praktik-praktik seperti jual beli kursi, titipan pejabat, atau penggunaan jalur belakang untuk meloloskan siswa adalah tindakan yang tidak etis dan melanggar prinsip keadilan dalam pendidikan,“ kecamnya.
Lanjut dikatakan Herlan, jika ada bukti mengenai oknum yang terlibat dalam praktik-praktik tersebut, penting untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang, seperti Dinas Pendidikan atau pemerintah daerah bahkan pihak kepolisian jika ditemukan adanya unsur pidana. Tindakan tegas perlu diambil untuk memberikan efek jera dan memastikan bahwa sistem penerimaan siswa baru dilakukan secara transparan dan adil.
“Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait isu ini adalah sistem penerimaan harus dibuka secara transparan kepada publik. Informasi mengenai kuota, kriteria penerimaan, dan proses seleksi harus jelas dan mudah diakses. Bahkan pengawasan ketat perlu dilakukan selama proses penerimaan baik oleh pihak sekolah, komite sekolah dan juga masyarakat perlu terlibat aktif,“ tegasnya.
Akibat adanya persoalan ini, Herlan pun meragukan integritas dan profesionalitas penyelenggaraan SPMB di SMK Negeri 1 Lemahabang. Selain penindakan jika terbukti ada oknum bermain, penting juga untuk memberikan pendidikan mengenai integritas dan etika kepada semua pihak yang terlibat dalam sistem penerimaan siswa baru.
“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sistem penerimaan siswa baru di SMK Negeri 1 Lemahabang kedepan bisa berjalan lebih baik dan terhindar dari praktik-praktik curang yang merugikan,“ pungkasnya.
Dalam keterangannya, Ketua Panitia SPMB SMK Negeri 1 Lemahabang, Drs. Solikin mengakui adanya error di perubahan Excel ke Web yang menyebabkan hilangnya data 7 calon siswa baru yang sebelumnya sudah dinyatakan diterima. Namun demikian, persoalan tersebut sudah clear dan diselesaikan antara Panitia SPMB SMK Negeri 1 Lemahabang dengan pihak SMP.
“Alhamdulillah sudah tidak ada masalah lagi, kami sudah berembuk dengan pihak SMP dan Insya Allah para siswa ini tetap dinyatakan diterima,“ terangnya.
Diketahui bersama, pelaksanaan tahapan daftar lang SPMB SMK Negeri 1 Lemahabang gelombang pertama dimulai Sabtu (21/6/2025) dan Senin (23/6/2025). Selanjutnya, SPMB SMK Negeri 1 Lemahabang gelombang 2 akan dilangsungkan pada hari berikutnya, Selasa (24/6/2025). @Ries















