Pelita News I Indramayu – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refenery Unit Kilang Balongan terus berinovasi mewujudkan operasional kilang yang handal, aman, dan ramah lingkungan.
Mengiringi perjuangan tersebut serta dalam upaya menjaga keandalan kilang serta memohon perlindungan dan keberkahan dalam menjalankan tugas menjaga ketahanan energi nasional, Perwira PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan menggelar kegiatan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh sala satu Perwira Fungsi Produksi, Agung Widianto dan diteruskan dengan ceramah agama oleh Ustaz Syeh Lukman Hakim, SE.I., pimpinan sekaligus pendiri Rumah Tahfidz Al-Qur’an Ulil Albab, Kabupaten Indramayu.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya rasa cukup (qana’ah) dan menggarisbawahi bahwa ibadah tidak hanya sebatas ritual, melainkan mencakup setiap dedikasi dan kerja keras yang diniatkan untuk kemaslahatan umat.
“Menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi jutaan masyarakat adalah bentuk perjuangan dan ibadah yang mulia. Ketika pekerjaan bernilai vital ini diniatkan sebagai pengabdian, insyaAllah setiap peluh yang keluar akan bernilai pahala dan membawa keberkahan,” tegas Ustaz Syeh Lukman Hakim.
Secara teknis operasional, Kilang Balongan saat ini telah mengalami peningkatan kapasitas pengolahan yang signifikan dari 125.000 barel per hari menjadi 150.000 barel per hari (BPD) seiring dengan selesainya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Dengan Indeks Kompleksitas (Nelson Complexity Index) mencapai 11,9, Kilang Balongan ditopang oleh keunggulan Unit RCC (Residue Catalytic Cracking), sebuah unit pengolahan lanjutan berteknologi tinggi yang mampu mengolah residu atau fraksi berat menjadi produk bernilai tinggi (high value product) seperti Pertamax Series, Avtur, hingga Propylene.
Keberadaan unit RCC ini menjadi kunci utama efisiensi kilang dalam menjamin distribusi pasokan energi nasional, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa Barat.
Manager Produksi I Kilang Balongan, Ari Wicaksono, menyampaikan bahwa di tengah tingginya dinamika, teknologi tinggi, serta risiko pengolahan migas, keseimbangan antara ikhtiar teknis dan spiritual merupakan fondasi utama keselamatan kerja.
“Di Kilang Balongan, kami senantiasa menekankan pentingnya operational excellence dan budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Namun, kami juga menyadari sepenuhnya bahwa seluruh ikhtiar teknis tersebut harus ditopang oleh doa. Kegiatan ini adalah wadah Perwira untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan kebutuhan rohani demi mewujudkan _zero accident_ serta keberkahan bagi pekerja maupun kilang,” ujar Ari Wicaksono.
Bentuk kepedulian Perwira Kilang Balongan tidak hanya terwujud dalam aspek operasional, melainkan juga aksi nyata sosial kemasyarakatan. Pada kesempatan tersebut, diserahkan santunan bernilai total Rp10.000.000,- kepada anak-anak yatim di sekitar wilayah operasional kilang. Menariknya, seluruh dana santunan ini merupakan hasil pengumpulan infak dan sedekah sukarela dari uang pribadi para pekerja Fungsi Produksi.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Balongan, Rizky Anggia, menambahkan bahwa kepedulian sosial yang berakar dari inisiatif mandiri pekerja ini berjalan beriringan dengan berbagai program Community Involvement & Development (CID) perusahaan.
“Aksi murni dari kantong pribadi para Perwira Fungsi Produksi ini menunjukkan betapa nilai keberbagian telah menyatu dalam jiwa pekerja. Hal ini sejalan dengan komitmen CID Kilang Balongan di tahun 2026 yang terus difokuskan pada program keberlanjutan masyarakat sekitar, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, pelestarian lingkungan dan kehati, hingga peningkatan taraf kesehatan dan pendidikan masyarakat di wilayah operasi kilang,” tambah Rizky dalam keterangannya, Senin (20/7/2026) @safaro















