Pelita News I Indramayu – DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu siap mengawal kembali rencana pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di eks Pasar Karangampel.
Kesiapan itu ditegaskan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu, H. Nico Antonio usai mendampingi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati M.KKK, mensosialisasikan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2022 tentang Desa Wisata, di Halaman PAUD BKB Kemas Delima II, Blok Dukulab, Desa Karangampel Kidul Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, kemarin.
Menurutnya, eks Pasar Karangampel di Desa Karangampel Kidul dibongkar pada kisaran tahun 2016 dan saat itu diwacanakan untuk sarana pendidikan dan juga ada usulan untuk RTH.
Dan usulan itu, kata dia sejalan dengan Perda Kabupaten Indramayu Nomor 5/2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Darah (RPJMD) Kabupaten Indramayu tahun 2016/2021 yang didalamnya juga diatur tentang rencana tata ruang daerah (RTRW).
“Eks Pasar Karangampel sudah masuk dalam perencanaan untuk RTH dan rencana itu terhenti ketika ada prahara di Kota Mangga Indramayu pada 2019,” sebutnya.
Menurutnya, mengingat luas lahan hanya sekira 3.700 m2, kalau untuk sarana pendidikan dinilainya kurang luas. Oleh karenanya, pihaknya mengusulkan agar lokasi itu diperuntukkan untuk RTH sebagai aktifitas masyarakat termasuk menampung UMKM.
Ia menyebutkan, selain eks Pasar Karangampel yang memungkinkan disulap jadi RTH juga ada lahan lain yakni lapangan bola Desa Benda.
“Kami akan membawa aspirasi ini ke dalam sidang dan akan kita sampaikan ke pihak eksekutif agar bisa direalisasikan secepat mungkin,” ucap Anggota DPRD Indramayu ini.
Diketahui, usulan RTH di eks Pasar Karangampel disampaikan sala satu masyarakat yang mengikuti sosialisasi Perda Desa Wisata yang disampaikan Hj Ratnawati. Mendapati usulan itu, istri Herman Khaeron ini langsung merespon dan akan membahas pada tingkatan selanjutnya.
Ia, mendukung usulan tersebut karena menurutnya bagus untuk tempat bersosialisasi seperti tempat berkumpulnya para remaja juga untuk UMKM dan aktivitas lainnya.
“Kalau aktifitas para remaja termonitor diharapkan akan mengurangi kenakalan remaja termasuk geng motor yang belakangan marak,” tutupnya. @safaro















