Pelita News I Indramayu – Jamal Fahmi Bazri (JFB) kembali memimpin Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Indramayu untuk lima tahun ke depan. JFB, kembali memimpin organisasi jasa kontruksi di Kota Mangga usai terpilih secara aklamasi melalui Muscab XIII BPC Gapensi Indramayu di Hotel Swiss Belinn Indramayu, Sabtu (14/12/2024).
Ketua BPC Gapensi Indramayu, Jamal Fahmi Bazri mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan yang kembali mempercayakan dirinya untuk memimpin organisasi usaha jasa kontruksi di Bumi Wiralodra untuk lima tahun ke depan yakni periode 2024-2029.
Karena kembali dipercaya, JFB pun kembali mengajak rekan-rekan untuk tetap menjaga kekompakan kepengurusan organisasi dan harus solid dalam kondisi apapun. Karena menurutnya, dalam berorganisasi tidak bisa kerja sendiri tetapi harus kompak, dan tetap semangat.
Menurutnya, sejalan dengan tema muscab, “Memperkuat Sinergi dan Profesionalsme untuk Mendorong Pertumbuhan Usaha Jasa Kontruksi di Indramayu” pihaknya akan membangun sinergi dengan para pihak termasuk unsur Forkopimda.
“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan organisasi dan membangun sinergitas dengan para pihak dan muaranya untuk kesejahteraan anggota,” kata dia di sela-sela muscab.
Sementara itu, Wakil Ketua II, BPD Gapensi Jawa Barat (Jabar), Edi Mulyana, ST, MT mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengerusan BPC Gapensi Indramayu periode 2024-2029.
Ia menilai dengan terbentuknya kepengurusan yang baru melalui muscab, menandakan keorganisasian di Indramayu sangat baik. Sala satu indikator organisasi sehat adalah melaksanakan AD/ART, yaitu ada prosesi lima tahunan untuk memusyawarahkan kepengurusan ke depan.
“Peraturan-peraturan organisasi dijalankan dengan baik di Gapensi Indramayu. Itu menandakan organisasinya sehat,” tandas Edi.
Edi juga berpesan apa yang sudah baik tetap dipertahankan dan jaga kondusifitas, dan jaga kebersamaan.
“Kondusif itu, tidak hanya di internal tetapi dengan Forkopimda dan pihak lainnya termasuk dengan pers,” ucapnya.
Sementara mengutip tema muscab, sambungnya, itu bentuk tantangan kepengurusan ke depan dan itu tidak mudah. Sala satunya tantangan regulasi, dimana regalasi yang dibuat itu menuju Indonesia Emas 2045.
“Untuk mencapai Indonesia emas itu tidak bisa sendiri-sendiri tapi terintegrasi bagaimana menyiapkan SDM, bagaimana produktifitas meningkat, sehingga pada akhirnya daya beli masyarakat meningkat,” tutupnya. @safaro















