Pelita News | Kabupaten Cirebon, – Sebanyak 50 peserta dari berbagai Pelajar Tingkat SMP di Kabupaten Cirebon berkompetisi dalam ajang *Lomba Membaca Puisi* yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon yang bersumber anggaran dari DAK TA 2024. Acara yang berlangsung pada 12 November 2024 di Museum Pangeran Cakrabuana ini tidak hanya menyuguhkan talenta terbaik para pelajar, tetapi juga menjadi ajang penting dalam melestarikan bahasa dan budaya lokal Cirebon.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Drs. H. Muhammad Abraham, M.Si. Dalam sambutannya, Abraham menekankan pentingnya ajang ini sebagai sarana untuk mengenalkan dan menguatkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. “Lomba membaca puisi ini menggunakan bahasa daerah Cirebon sebagai upaya untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa lokal, khususnya bahasa Jawa Bebasan. Kami berharap generasi muda lebih mencintai dan melestarikan budaya daerah mereka,” ujarnya dengan penuh semangat.

**Lomba yang Penuh Makna: Pelestarian Bahasa Daerah**
Lomba membaca puisi ini digelar sebagai bagian dari program pelestarian budaya daerah yang terus didorong oleh pemerintah Kabupaten Cirebon. Sumarno, SPd, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen untuk menjaga kelestarian budaya lokal. “Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa dan budaya kita, khususnya di kalangan generasi muda,” kata Sumarno.
Puisi-puisi yang dibawakan dalam lomba ini merupakan karya para seniman dan budayawan lokal Cirebon yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Lima puisi pilihan yang dibacakan oleh para peserta antara lain adalah *”Derma Nyawan”* karya Dino Syahrudin (1998), *”Panjang Jimat”* karya Chaerul Salam (2010), *”Donga Tawurji”* karya Nurdin M. Noer (1997), *”Sususb Landep”* karya Ahmad Syubbanuddin Alwy (2005), dan *”Dongeng Saking Sunyaragi”* karya Made Casta (1428 H).

**Para Juri yang Berkompeten Menilai Karya Para Peserta**
Dalam penilaiannya, tiga juri yang kompeten dan berkompeten di bidangnya dihadirkan, yaitu Ruminta, Edeng Syansul Maarif, dan Imam Miftahul Janah. Ketiganya merupakan seniman, ahli bahasa daerah Cirebon, dan akademisi yang memiliki pemahaman mendalam tentang keindahan serta kekayaan bahasa daerah Cirebon.
**Hadiah Menarik dan Penghargaan untuk Para Juara**
Pemenang lomba ini tidak hanya mendapatkan apresiasi dari segi penghargaan, tetapi juga hadiah uang pembinaan yang menarik. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000, juara kedua Rp 2.500.000, dan juara ketiga Rp 1.500.000. Selain itu, para juara harapan juga memperoleh uang pembinaan dengan besaran yang berbeda, yakni Juara Harapan 1 Rp 1.250.000, Juara Harapan 2 Rp 1.000.000, dan Juara Harapan 3 Rp 750.000, ditambah sertifikat dan trofi.
**Hasil yang Membanggakan**
Di antara 50 peserta yang berlomba, Khansa Khairunisa dari SMPN 1 Beber berhasil meraih posisi pertama, disusul Syahmi Farah dari SMPN 1 Weru di posisi kedua, dan Ghina Putri dari SMPN 1 Arjawinangun yang menempati posisi ketiga. Sementara itu, juara harapan satu diraih oleh Laura Sadewo dari SMPN 1 Kaliwedi, disusul Yasmin Marwah Dia dari SMPN 1 Gegesik di posisi harapan dua, dan Ahmad Zafran Julifadil dari SMPN 3 Sumber di posisi harapan tiga.
Keberhasilan para pemenang ini tidak hanya menunjukkan bakat mereka dalam berpuisi, tetapi juga menjadi bukti nyata akan semangat pelestarian bahasa dan budaya Cirebon yang terus hidup di kalangan pelajar. “Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa generasi muda di Cirebon siap menjadi pelopor dalam melestarikan bahasa daerah dan budaya lokal,” kata Drs. H. Muhammad Abraham, M.Si, penuh kebanggaan.
**Menumbuhkan Cinta Budaya untuk Masa Depan**
Melalui lomba ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon berharap bahwa generasi muda dapat lebih mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerah mereka. Ini bukan hanya tentang puisi, tetapi tentang menjaga warisan budaya yang telah ada sejak zaman dahulu, serta menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan, sebagai upaya untuk memperkenalkan keindahan bahasa dan budaya Cirebon pada dunia.
Diharapkan, melalui berbagai lomba seperti ini, Kabupaten Cirebon semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan kebudayaan dan penuh dengan talenta muda yang berpotensi besar dalam dunia seni dan budaya.@Adv/Bams















