Pelita News Kabupaten Cirebon
Panitia Penyelenggara Konfercab Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Cirebon Wahyu Cahyanudin melaksanakan Konferensi Cabang ( Konfercab ) ke XIII yang diselengarakan di Hotel Sutan Raja Jl Tuparev No 33, Sutawinangun, Kec Kedawung Kabupaten Cirebon, Minggu ( 7/1/24 ).
Dengan mengusung tema Retooling For The Future ” ini menggambarkan bahwa kader dan anggota GmnI harus mempunyai peran proaktif dalam menghadapi perubahan yang akan terjadi di masa mendatang dengan tujuan untuk tetap relevan, efesien dan kompetitif ” ucap ketua GMNI Cirebon Novian Rajabi Pratama.
Retooling For The Future mencerminkan bahwa adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk keberlangsungan dan keberhasilan jangka panjang dalam dunia yang terus berubah, tegasnya.
” Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari dan dibuka oleh perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Abdul Rofiq Firmansyah ini berjalan dengan cukup lancar dan melahirkan ketua baru dari Komisariat Universitas Muhammadiyah Cirebon yaitu Bung Dika Agung Wahyudi ” tutup Novian Rajabi Pratama
Senada dengan tema yang di usung oleh panitia Konfercab GMNI ke XIII Ketua terpilih Bung Dika Agung Wahyudi menyampaikan bahwa kader dan anggota DPC GMNI Cirebon harus bisa memaksimalkan peran marhaenis untuk menciptakan instrument keberagaman dalam melahirkan generasi emas tahun 2045, ungkapnya.
Generasi Emas 2045 sebagai manusia yang dibentuk melalui pendidikan yang berkualitas ” pendidikan yang dibutuhkan sekarang adalah Pendidikan yang sengaja di desain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menjadikan manusia sebagai sentral bagi perubahan ” tandasnya.
Pendidikan itu tidak hanya di dapat di sekolah atau pendidikan formal saja misalnya di Organisasi Ektra kampus, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) sebagai Organisasi yang mempunyai landasan Marhaenisme sebagai pondasi berdiri kokohnya organisasi dan siap untuk merealisasikan Indonesia Emas 2045 dengan ide dan gagasan kedepan, pungkas Dika Agung Wahyudi. ( Nurzaman )















