Pelita News, Indramayu – Para penikmat kopi kien dimanjakan seiring bermunculannya kedai-kedai kopi. Mereka (para penikmat kopi) tinggal mendatangi dan memesan kopi sesuai selera di kedai kopi atau kafe yang menjamur dipelosok negeri termasuk di Kabupaten Indramayu. Namun ada yang menarik, di Kota Mangga Indramayu ada kedai kopi yang barista dan pramusajinya adalah penyandang disabilitas tuna rungu.
Kedai kopi tersebut menamakan merek dagangnya dengan sebutan Teman Istimewa. Kedai Kopi Teman Istimewa berlokasi di Jalan Istiqomah Nomor 19 Kelurahan Lemahmekar, Kabupaten Indramayu ini mempekerjakan 5 orang tuna rungu.
Di kedai kopi ini, beragam menu kopi baik panas maupun dingin dan aneka cemilan disajikan. Namun para pelanggan jangan kaget karena saat mendatangi kedai kopi itu akan disambut oleh pramusaji penyandang disabilitas dan akan menawari pesanan menggunakan bahasa isyarat atau menunjukan menu yang telah disediakannya.
Kedai Kopi Teman Istimewa merupakan binaan PT. Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan.
PT KPI Unit VI Balongan dengan program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan memperhatikan kaum disabilitas. Karena ketika masa belajarnya sudah dilalui, mereka sampai pada angkatan kerja, seharusnya sudah mandiri tapi dikhawatirkan karena mereka memiliki keterbatasan tentu akan menjadi beban orang tua.
Dengan program CSR, Unit VI Balongan mencoba merangkul teman-teman disabilitas untuk bisa mandiri. Mereka diberikan pelatihan, dicarikan tempat usaha, peralatan dan mereka mencoba berwiraswasta dengan menjual kopi.
Ini adalah program awal, artinya, akan terus dikembangkan lagi atau menyasar kepada disabilitas yang lainnya.
“Mohon didoakan agar Pertamina tetap beroperasi normal, kita bisa melayani masyarakat dengan baik dengan program BBM sebagai tugas utama kita. Dengan begitu nanti pada gilirannya, perhatian kepada masyarakat melalui program-program CSR untuk pemberdayaan ekonomi baik kepada masyarakat umum dan disabilitas bisa lebih kontinu,” ucap Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Mohamad Zulkifli.
Pengelola Kedai Kopi Teman Istimewa, Sespri Maulana (32) mengatakan, kaum disabiltas yang mengikuti pelatihan awalnya berjumlah 7 orang, namun yang bekerja di Kedai Kopi Teman Istimewa ada 5 orang, 3 cewek dan 2 cowok. Satu orang masih menempuh pendidikan di SLB Mutiara Hati Indramayu dan satunya lagi lebih tertarik pada bidang pekerjaan lainnya.
Kedai kopi di belakang Koramil 1601/Indramayu ini buka sejak pukul 10.00 hingga pukul 21.00. Mereka bekerja secara shift-shiftan dan akan mendapatkan gaji bulanan.
Di awal-awal pembukaan kedai, barista dan pramusaji masih grogi ketika melayani para penikmat kopi dalam jumlah banyak namun sering berjalannya waktu hingga memasuki bulan keempat mereka sudah terbiasa dengan keramaian para pelanggan.
Sembari menunjukan menu, mereka berkomunikasi dengan pelanggan menggunakan bahasa isyarat. Kadang ada kendala namun kendala itu bisa diatasi dengan menggunakan tulisan tangan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi miskomunuikasi pesanan. Dengan keterbatasan namun mereka ramah dan mudah bersosialsiasi.
Mereka diberdayakan oleh PT. KPI Unit VI Balongan. Mereka diharapkan pada saatnya nanti bisa mandiri. Mereka mengikuti pelatihan hingga disediakan tempat dan peralatan meracik kopi.
“Berkat program CSR PT KPI Unit VI Balongan, para tuna rungu bisa bekerja secara mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Semoga operasional Unit VI Balongan berjalan lancar, aman dan tidak ada kendala yang berarti sehingga kepedulian perusahaan untuk pemberdayaan kaum disabilitas akan lebih berkesinambungan,” ucap Sespri Maulana, di kedai kopi, Kamis (02/11/2023). (saprorudin)















