Pelita News Kabupaten Cirebon

Pelaksanaan pekerjaan Normalisasi atau Restorasi sungai pembuang Cibuluh Desa Sende Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon terus dikebut, berbagai upaya terus dilakukan pihak pelaksana demi tercapainya pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi pekerjaan itu sendiri yang telah ditentukan dan disepakati dalam kontrak kerja antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon dengan CV. Banyu Biru.
Sebelumnya pelaksanaan pekerjaan tersebut diperkirakan akan dilakukan sepanjang sungai Cibulu dengan panjang sekitar lebih dari 3 Km, akan tetapi pekerjaan tersebut dilaksanakan hanya dengan panjang 3 Km saja mengingat banyak satuan pekerjaan yang saat itu dialihkan untuk item kegiatan lainnya yang masih satu paket dalam pekerjaan tersebut.

Awal pelaksanaan pekerjaan terdapat satu Beko darat yang bekerja menormalisasi badan sungai Cibulu, mengingat medan yang sangat sulit dengan banyaknya pohon besar disepadan sungai pembuang itu, dan mengejar hasil dari pekerjaan agar sesuai dengan termin yang telah ditetapkan, maka terdapat satu Beko long straight yang ikut turun menormalisasi sungai Cibulu.
Menurut Riko Riyanto pelaksana pekerjaan normalisasi atau Restorasi sungai pembuang Cibulu mengatakan, berbagai upaya pihaknya telah tempuh untuk berjalanya pekerjaan tersebut berlangsung dengan kondusif tanpa ada hal yang tidak dinginkan terjadi.
“upaya kami yang pertama, kami soan dan ijin ke Pemdes, dan masyarakat untuk sosialisasi pekerjaan ini,”jelasnya Senin (04/09).
Pasalnya banyak pepohonan warga disepadan sungai pembuang itu yang bertengger dan diduga dapat menghalangi pekerjaan tersebut, yang sebelumnya pada perencanaan hanya terdapat beberapa puluh pohon saja akan tetapi setelah pelaksanaan dilakukan lebih dari seratus pohon besar menghalangi jalan Beko darat untuk bekerja sesuai Tupoksinya.
“awalnya paling sepuluh pohon, tapi pas kita survei kembali, ternyata lebih dari seratus pohon besar yang harus ditebang,”sebutnya.
Ia juga menerjunkan ahli tebang pohon besar guna mempercepat proses mobilisasi Beko untuk mengeruk badan sungai yang dangkal, selain itu juga ahli tebang pohon juga Ia terjunkan untuk mengantisipasi tumbangnya pohon sesuai keinginan dan tidak membahayakan keselamatan disekitar lokasi pekerjaan.
“kami siapkan tenaga ahli, tidak asal pekerja saja yang kami pekerjakan pada pekerjaan itu,”ujarnya.
Riko Riyanto juga paparkan, dengan telah diterjunkannya dua Beko pada normalisasi sungai Cibulu diharapkan bisa memberikan hasil pekerjaan yang sesuai dengan harapan pemerintah dengan hasil yang memuaskan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“awalnya satu, tapi Kita lihat lagi Medannya, akhirnya Kami terjunkan satu Beko lagi untuk mempercepat proses pekerjaan,”paparnya.
Ia juga sangat berterimakasih pada pemerintah daerah dan dinas terkait yang sudah mempercayakan pekerjaan terus kepada perusahaan yang saat ini jalani, dan tak lupa Ia juga sampaikan kepada pemerintah Desa Sende dan jajarannya serta masyarakatnya yang yang telah bersama membantu jalannya pekerjaan tersebut berlangsung dengan kondusif tanpa ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
“terimakasih pada Pemda, Dinas, Pemdes, dan masyarakat yang sudah berkerjasama mewujudkan sungai Cibulu lancar dan mengalir sebagaimana mestinya,”ucapnya.(Sur)















