Pelita News Kabupaten Cirebon
Masyarakat Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon selasa(04/4) diduga mengalami musibah dengan limpasnya air Sungai Cisanggarung ke Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, terdapat ratusan hektar area persawahan dan rumah yang terendam banjir.
Dipaparkan saeropik Kuwu Tawangsari mengatakan, pemdes Tawangsari terhitung sejak malam (1/4) kondisi air sungai Cisanggarung diduga sudah naik di level awas, diperparah lagi hujan sejak malam sampai pagi membuat tanggul Cisanggarung tidak bisa menampung air, akibatnya arus air cisanggarung limpas ke area persawahan dan pemukiman warga Desa Tawangsari.
petmdes Tawangsari meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil dan pihak BWWS-CC segera memberikan proges dan perbaikan tanggul Cisanggarung dengan cara peninggian tanggul cisanggarung agar arus dari sungai cisanggarung tidak masuk ke area rumah warga Dan area persawahan.
Disebutkannya terdapat 5 titik di tanggul Cisanggarung yang harus di tinggikan dan di perbaiki sehingga memaksanya dengan mengatasnamakan pemdes sudah menyurati ke pihak BWWS dan pemerintah Jawa barat yakni Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil, namun hal yang disayangkan hingga saat ini belum ada respon sama sekali.
“kami berharap adanya tindakan kongkrit terhadap penanganan tanggul cisanggarung yang kondisinya sudah kriris dan sangat membahayakan jika jebol bisa menjadi bencana nasional dan akan menelan korban jiwa,”katanya.
Diduga masyarakat Desa Tawangsari sudah mengalami kerugian materi hingga ratusan juta akibat limpasnya air sungai cisanggarung.
“ratusan hektar padi dan bawang merah yang akan di panen rusak parah dan kondisinya rusak parah akibat terendam air dari sungai cisanggarung,”ucapnya.
Dia meminta kepada Gubernur Jawa barat Ridwan kamil dan BWWS agar mendengarkan suara warganya atas musibah banjir akibat limpasnya air yang berasal dari sungai cisanggarung.
Adanya kejadian tersebut ia juga ucapkan, masyarakat Desa Tawangsari dan TNI dan POLRI serta muspika bersama sama kerja bakti menutup tanggul cisanggarung dengan kantong kantong yang berisi pasir.
“Alhamdulillah kondisi air sudah surut, tapi ratusan juta milik petani leyap akibat sawah mereka terendam banjir tersebut,”ungkapnya (DedI)















