
Kab. Cirebon, PN
Lani Nugraha (25th) yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) asal Blok Angrong Dusun 02, RT/RW 04/04, Desa Curug, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon dikabarkan meninggal dunia di Laut lepas Republik Rakyat Tiongkok pada 9 Juni 2022. Berdasarkan data yang diperoleh Pelita News, Lani Nugraha yang merupakan anak dari pasangan Pulung (63th) dan Nani (54th) tersebut tercatat sebagai Siswa Lulusan Program Studi Keahlian Pelayaran, Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan SMKN 1 Mundu Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2014/2015. Selanjutnya, pada Desember 2019 Lani Nugraha mulai bekerja menjadi ABK di Kapal SHUN ZE836 dengan kontrak kerja selama 2 (dua) tahun melalui PT Samuel Jaya Maritim (SJM) selaku Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia untuk bekerja sebagai pelaut (Anak Buah Kapal) di kapal-kapal ikan Taiwan.

Seperti keterangan yang disampaikan Ika (38th), Kakak Kandung dari Lani Nugraha menuturkan, sekira pada Bulan Januari 2022 lalu dirinya menghubungi dan berkomunikasi dengan Samuel selaku Pimpinan PT Samuel Jaya Maritim (SMJ) Tanjung Priuk, Kota Jakarta Utara yang mempertanyakan terkait persoalan telah habisnya masa kontrak kerja Lani Nugraha yang masih belum juga di pulangkan. Lalu dirinya mendapatkan jawaban jika kontrak kerja Lani Nugraha diperpanjang dan baru dapat pulang pada Bulan April – Mei 2022. Seiring waktu berjalan dirinya pun kembali menghubungi Samuel pada Bulan Mei kemarin dengan mempertanyakan lagi persoalan adiknya (Lani Nugraha, red) yang masih juga belum pulang, saat itu juga dirinya mendapat jawaban jika kepulangan Lani Nugraha ke Indonesia sedang diurus. “Bahkan Pak Samuel sendiri memberitahukan jika kondisi adik saya sehat-sehat saja dan sudah tidak bekerja lagi. Jujur saja kami terakhir berkomunikasi dengan Lani Nugraha pada Bulan Juni 2020 ketika kapalnya tengah bersandar,“ jelasnya.
Lanjut dituturkan Ika, tidak lama setelah berkomunikasi pada Bulan Mei 2022, dirinya beserta keluarganya kedatangan Samuel yang berkunjung ke rumah bersama Toni dari Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Tanjung Priuk Jakarta Utara pada Senin sore Tanggal 13 Juni 2022 dengan membawakan kabar jika Lani Nugraha tengah sakit hingga mengalami muntah-muntah. Lalu Pak Samuel lagi-lagi mengatakan jika pihaknya masih tengah mengurus kepulangan Lani Nugraha. Bahkan Ika pun menyebutkan berdasarkan keterangan dari salah satu teman Lani Nugraha yang tidak lain sesama ABK di kapal yang sama telah terlebih dahulu pulang pada Oktober 2021 lalu dengan memberikan kabar jika kondisi Lani Nugraha baik-baik saja dan baru akan pulang pada Januari 2022. “Justru Pak Samuel baru memberikan kabar Lani Nugraha meninggal dunia baru hari ini Kamis (16/6) sekitar Jam 10.00 Wib, sedangkan Lani Nugraha sudah meninggal dunia pada Kamis 9 Juni 2022 seminggu yang lalu,“ sedihnya.
Pelita News pun mencoba mengkonfirmasikannya kepada PT Samuel Jaya Maritim terkait meninggal dunia nya Lani Nugraha. Dalam keterangannya melalui komunikasi Whatsapp, Samuel mengatakan jika persoalan kematian Lani Nugraha pihaknya sudah menyerahkan ke Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Jakarta Utara dan pihaknya pun menegaskan jika permasalahan tersebut akan ditangani dengan baik. Bahkan pihaknya pun telah melaporkan persoalan ini ke Intelkam Polda Metro Jaya dan Kementerian Luar Negeri yang nantinya ditembuskan ke KBRI di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok agar Jenazah Lani Nugraha segera dapat dipulangkan dan dibantu atas hak-haknya. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak agency disana dan jenazah tidak akan dilakukan larung dilaut, kami bersama KPI akan menangani jni dengan baik,“ terangnya. (Ries)















