Indramayu, PN
Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif lebih handal dan memiliki legalitas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu menggelar “Diklat Tour Guide Program Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” di Aula Hotel Trisula Indramayu, Senin (20/09).
Kabid Pariwisata Disbudpar Indramayu, Hj. Ela Nurlaela Sari mengatakan tujuan diklat bagi tour guide atau pemandu wisata agar mereka (peserta) lebih handal dan berlegalitas dalam memandu wisatawan.
Peningkatan kompetensi SDM ini kata dia, tidak hanya di destinasi wisata saja tetapi juga untuk travel dan lainnya.
“Diklat tuor gaide untuk meningkatkan SDM pramuwisata agar mereka lebih handal dan berlegalitas untuk menggaet wisatawan datang ke Indramayu,” kata dia disela-sela diklat.
Menurutnya, pemandu wisata di tempat wisata perlu di bentuk karena wisatawan selalu ada yg berkunjung diberbagai destinasi wisata di Kota Mangga meski bukan turis mancanegara namun dari luar daerah selalu ada.
“Setelah mereka (peserta) diberikan wawasan kami akan membentuk Himpunan Pramuwisita Indonesia (HPI),” sebut Ela sapaan akrabnya.
Setelah DPC HPI terbentuk diharapkan dunia pariwisata Kota Mangga bisa berkembang lebih baik lagi, lebih solid dan mereka lebih bersinergi.
Sementara itu, pengagas terbentuknya DPC HPI, Nang Sadewo mengaku sejak tiga tahun lalu ia sudah mengusulkan agar di Kabupaten Indramayu dibentuk HPI.
“Alhamdulillah Disbudpar merespon usulan itu dan sekarang digelar diklat tour guide,” sebutnya.
Pemandu wisata di Indramayu sambung Dewo, memang harus dibenahi dan SDMnya harus ditingkatkan dan keberadaan mereka juga harus ada.
Selaku inisiator terbentuknya perkumpulan tuor guide, tambahnya DPC HPI memang dibutuhkan dan harus ada.
Menurutnya, diklat ini bukan hanya serimonial dari dinas tapi sebagai bentuk moral sesuai visi misi Indramayu Bermartabat.
“SDM-SDM muda nantinya kita giring menjadi tour guide bersetifikat agar mereka memiliki keabsahan legal formal. Bukan mengaku-ngaku sebagai pemandu wisata dan tidak ada perkumpulannya,” tambah Nang Sadewo. (saprorudin)















