Indramayu, PN
Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu menargetkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) sumber Dana Desa (DD) TA 2021 tahap 1 untuk masyarakat imbas pandemi Covid-19 di 309 desa tuntas pada akhir Juli 2021. Target tersebut untuk mendukung program percepatan penyaluran BLT DD dengan catatan adanya dukungan dari pihak pemerintah desa (pemdes). Pasalnya hingga Jumat 25 Juni 2021 baru dua bulan penyaluran sementara total penyaluran BLT DD 1 untuk lima bulan penyaluran.
Plt Kepala BKD Indramayu, Ahmad Sadali melalui Pejabat Penatausahaan Keuangan – Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (PPK-SKPKD), Ali Siswoyo mengatakan pagu anggaran DD 2021 sebesar Rp.396,1 miliar. Dana tersebut dicairkan dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing sebesar 40% serta tahap tiga 20%. Penyaluran dimaksud kata dia berdasarkan Keputusan Bupati Indramayu Nomor: 147.26/Kep.235-DPMD/2020 tentang Penetapan Besaran Dana Desa di Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2021.
“Dari total Rp.396,1 miliar itu hingga Jumat 25 Juni 2021 baru terserap sebesar Rp.103,5 miliar,” kata dia dikantornya, Sabtu (26/6).
Menurutnya, karena masih di tengah pandemi Covid-19, penyaluran DD tidak difokuskan untuk insfrastruktur/fisik desa seperti lazimnya tetapi dititikberatkan untuk BLT DD. Hal itu sambungnya sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat di 309 desa di Kota Mangga imbas pandemi. Kemudian digulirkan untuk kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sebesar 8% dan terakhir untuk kegiatan non BLT (insfrastruktur).
“DD tahap 1 digunakan untuk PPKM mikro sebesar 8%, penyaluran BLT untuk 5 bulan dan non BLT. Artinya, sisa BLT dan PPKM digunakan untuk pekerjaan fisik,” sebut Kasubag Keuangan BKD ini.
Ali Siswoyo mengatakan karena anggaran sebagian besar digunakan untuk BLT dan PPKM mikro maka sisa anggaran untuk pekerjaan fisik/insfrastruktur desa nominalnya relative lebih kecil berkisar antara Rp.1 juta hingga Rp.903 juta. Ia mencontohkan alokasi DD untuk fisik dibeberapa desa diantaranya, Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis Rp.903 juta, Sidadadi Haurgeulis Rp.424 juta, Pamayahan Lohbener Rp.320 juta, Rambatan Kulon Lohbener Rp.256 juta, Rambatan Wetan Sindang Rp.91 juta dan Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra sebesar Rp.1 juta.
Menurutnya, karena BLT DD merupakan program prioritas pemerintah pusat maka pihaknya mendorong pemdes untuk segera melaporkan penyerapan BLT DD bulan kedua untuk persiapan penyerapan BLT DD bulan ketiga melalui aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN). Jika penyerapan BLT DD bulan kedua sudah dilaporkan maka penyerapan BLT DD bulan ketiga insha Allah dalam dua hari sudah bisa dicairkan.
“Untuk proses percepatan dalam satu minggu sedikitnya empat kali kami mengajukan proses pencairan ke KPPN Cirebon,” tandasnya.
Sementara penyaluran BLT DD sambungnya, disalurkan langsung ke nomor rekening masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) sehingga penyalurannya cenderung kondusif dan tidak menimbulkan kerumunan.
Ditambahkan, perhatian pemerintah pusat untuk program Dana Desa di Kabupaten Indramayu dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pagu Dana Desa tahun 2015 sebesar Rp.93,5 miliar, pada tahun 2016 naik menjadi Rp.209,9 miliar. Tahun 2017 naik menjadi Rp.267, 7 miliar, pada tahun 2018 naik sebesar Rp.310,9 miliar, 2019 naik sebesar Rp.372 miliar dan pada tahun 2020 menjadi Rp393,6 miliar serta pagu Dana Desa tahun 2021 sebesar Rp.396,1 miliar.
Kemudian untuk pagu anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) TA 2021 sambungnya, sebesar Rp.148,5 miliar. “Dari jumlah tersebut telah dicairkan untuk Siltap Kuwu, perangkat desa, tunjangan BPD dan insentif RT/RW sebesar Rp.54 miliar,” pungkas Ali. (saprorudin)















