Indramayu,PN
Sampah menggunung, bercecer hingga menutup sebagian akses jalan di Desa Wanantara. Kondisi ini cukup menganggu akses jalan antar desa, sekaligus bau busuk menyengat saat melintasi kawasan tersebut.
Sudah cukup lama warga sekitar mengeluhkan tumpukan sampah tersebut, entah sudah berapa bulan lokasi tempat pembuangan sampah sementara tersebut, tidak diangkut petugas sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu.
Pj Kuwu Wanantara Sucipto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui bila tumpukan sampah yang berasal dari limbah warga ini sudah lama menumpuh. Pihaknya sudah beberapa kali melaporkan kepada petugas kebersihan namun entah kenapa sampai saat ini belum juga ada penanganan.” Tumpukan sampah di TPS Wanantara ini sudah lama tidak diangkut, sebenarnya sudah kita laporkan. Sebelumnya persoalan sampah ini juga terjadi dimana warga wanantara tepaksa membuang sampah ke TPS milik desa tetangga Penganjang, namun sudah di protes sehingga sampah terpaksa kembali dibuang di TPS Wanantara meski sudah penuh,” tutur dia.
Sementara itu Warsidi yang merupakan kuwu terpilih Desa Wanantara saat melakukan silaturahmi dengan Pj Kuwu Wanantara selasa (22/6) kemarin mengaku cukup prihatin dengan kondisi tersebut, ia berjanji bersama dengan PJ kuwu Wanantara akan melaporkan masalah ini langsung dengan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu.” Saya sudah koordinasi dengan Pj kuwu untuk melaporkan langsung kondisi TPS Wanantara ke pihak DLH Indramayu, agar segera mendapatkan penanganan dengan diangkut dum truk tentunya dengan menggunakan alat berat,” tambah dia.
Jika melihat volume sampah yang banyak, pekerjaan ini membutuhkan beberapa rit angkutan mengingat jumlah sampah yang menumpuh mencapai lebih dari 7 kubik.” Kita akan minta DLH untuk membantu menyediakan truk pengangkut sampah, sementara alat berat berupa eksapator/becu bisa meminjam ke kelompok tani desa yang sudah memiliki alat bantuan pemerintah,” ungkapnya.
Selain mengangkut volume sampah, dilokasi TPS kedepan jelas Warsidi, juga dibutuhan container sampah yang stand by seperti halnya disejumlah TPS lainnya , seperti yang terdapat disejumlah TPS tetangga desa.”Kalau idealnya yang disediakan container sampah, sehingga memudahkan pengangkutan. Sedangkan untuk mengangkut dari depan rumah warga dibutuhkan kendaraan roda tiga (grandong) sehingga proses mobilisasi sampah dari pemukiman hingga ke tempat pembuangan sampah (TPS) lebih mudah,” jelas dia.
Pemerintah Desa Wanantara, dalam waktu dekat akan segera melakukan koordinasi DLH bidang penanganan sampah agar masalah ini bisa segera teratasi.
Bagi warga masyarakat persoalan sampah rumah tangga, selama ini akan menjadi persoalan bila siklus pengangkutan sampah bemasalah mulai dari penyiapan bak sampah di masing-masing rumah tangga, pengangkutan ke TPS hingga persoalan pengangkutan sampah dari TPS menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Pecuk Desa Panyindangan Kulon Kecamatan Sindang.” Kalau melihat lokasi TPS kita jaraknya tidak telalu jauh dengan TPA Pecuk, namun karena akses jalan Desa Wanantara ke Desa Sindang terkendala kerusakan jalan di Blok Embung Jangkar, sejumlah truk pengangkut sampah milik DLH lebih memilih berputar balik mencari kondisi jalan yang jauh lebih baik,” pungkasnya.
Hingga berita ini di turunkan belum ada penjelasan pihak DLH bidang kebersihan untuk mengatasi tumpuhan sampah yang kini banyak dikeluhkan warga Desa Wanantara,” setelah kita melaporkan masalah ini, kita akan tunggu Langkah LH dalam mengatasi persoalan sampah di TPS desa,” jelas PJ Kuwu Wanantara Sucipto.**(ichsan).















