Pelita News, Indramayu – Enam wanita pemandu lagu (PL) tewas dalam peristiwa kebakaran hebat tempat hiburan Karaoke Orange di Jln Veteran, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka terjebak di sala satu room (ruangan) Karaoke Orange.
Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Kardinah, Kota Tegal. Selanjutnya dilakukan identifikasi. Hasilnya, salah satu korban teridentifikasi wanita PL asal Kabupaten Indramayu (sebelumnya tertulis asal Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon).
Ia diketahui bernama Putri Nur Fajar (25 tahun), penduduk Blok Karanganyar, Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Putri dikabarkan berstatus janda dengan satu anak.
Camat Losarang Indramayu, Boy Billy Prima membenarkan soal identitas tersebut. Boy menjelaskan, setelah beredar informasi warganya menjadi korban kebakaran Karaoke Orange pihaknya melakukan penelusuran.
“Betul, saya mendapat informasi dari kepala desa dan kapolsek bahwa yang bersangkutan (korban) tinggal di Desa Jangga. Tapi kabarnya sudah lama meninggalkan Desa Jangga, sekarang hanya ada kakaknya saja,” ujar Boy, dilansir dari CirebonRaya.com, Selasa, (16/01/2024).
Seperti diberitakan sebelumnya, tempat hiburan Karaoke Orange di Jln Veteran, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, terbakar hebat pada Senin pagi, 15 Januari 2024.
Enam orang dikabarkan terjebak di salam satu room (ruangan) di Karaoke Orange. Kesemuanya tewas, mayatnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Kardinah, Kota Tegal.
Petugas kesulitan mengevakuasi korban yang terjebak di dalam satu room karena terhalang kobaran api hebat dan dinding tebal dari Karaoke Orange, sala satu tempat hiburan terbesar di Kota Tegal.
Api yang berkobar hebat, membuat petugas gabungan dari berbagai instansi di Kota Tegal terpaksa menjebol dinding tempat enam karyawan terjebak di dalam sala satu room di Karaoke Orange.
Evakuasi baru bisa dilakukan setelah dinding tebal jebol. Ini membutuhkan banyak waktu sehingga saat petugas masuk para korban sudah dalam keadaan pingsan.
“Korban dalam keadaan pingsan karena menghirup asap dari kobaran api tersebut. Tubuh mereka penuh dengan karbondioksa (CO2) karena menghirup asap kebakaran,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota tegal, Zainal Abidin.
Polres Kota Tegal masih menyelidiki penyebab kebakaran Karaoke Orange. Namun diduga akibat ada korsluiting atau hubungan arus pendek.
Sementara mayat para korban dievakuasi ke RSUD Kardinah. Korban tewas karena terlalu banyak menghirup CO2 (karbondioksida) saat terjebak di room.
Korban tewas, semuanya berjenis kelamin wanita. Di Karaoke Orange, para wanita merupakan karyawati yang bertugas sebagai pemandu lagu (PL).
Berikut identitas korban tewas insiden kebakaran Karaoke Orange di Kota Tegal :
1. Audi atau Nurmala Adrianti (20 tahun), warga Kampung Ciseuti, Desa Tajursindang, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
2. Sandra atau Ike Nurhayatin (26 tahun), warga Cibacang, Cimerang, Padalarang, Bandung, Jawa Barat
3. Putri atau Putri Nur Fajar (28 tahun), warga Blok Karanganyar, Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
4. Anggun atau Anggun Silviana Putri (22 tahun), warga Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
5. Aski atau Ajeng Siti Qomariyah (26 tahun), warga Desa Bojongnangka, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
6. Tata alias Illa Saripah (30 tahun), warga Kelurahan Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Seluruh korban tewas karena menghirup asap saat terjebak di dalam room atau sala satu ruangan di Karaoke Orange.
Korban meninggal dunia karena sesak nafas. Saat dibawa ke rumah sakit, seluruh badannya penuh debu akibat asap dan debu kebakaran,” tutur Lenny Harlina, Wakil Direktur RSUD Kardinah, Kota Tegal.
Polres Tegal masih terus melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Belum diambil kesimpulan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. (saprorudin)















