Indramayu,PN
Menelusiri sejarah purbakala sebagai pentunjuk sebuah peradaban, dilakukan tim ahli cagar budaya Indramayu (TACB) Indramayu. Kali ini berhasil menemukan puing-puing peninggalan masa lampau berupa struktur bangunan makam kuno di Blok Krasak Pulo Desa Krasak Kec, Jatibarang Kab. Indramayu.
Penemuan berupa struktur bata merah sebagai batas wilayah desa “tetenger” serta beberapa makam kuno yang sudah ratusan terkubur dan di penuhi ilalalng tingggi.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Dedy S Musashi meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penggalian dan pengambilan bata di lokasi temuan.” Ini sebuah situs peninggalan desa, oleh karena itu diharakpak Pemdes Krasak bisa melestarikan dan menjaga sebagai situs bersejarah bagi Indramayu khususnya desa Krasak,” ungkapnya.
Dari hasil peninjauan awal, TACB Kabupaten Indramayu yang dipimpin Ketua TACB Dedy S Musashi dan Kepala Seksi Muskala Disbudpar Indramayu, Suparto Agustinus menemukan struktur bata yang diduga merupakan dinding bangunan.
Tim juga menemukan bangunan makam kuno dengan susunan bata berukuran panjang 15 Cm, lebar 10 Cm dan tinggi 5 Cm.
Penemuan awal ini bermula saat masyarakat setempat membabat alang alang.
Dari aktivitas tersebut warga menemukan susunan bata dan makam yang belum diketahui identitasnya.
Dari sejumlah makam yang ditemukan terdapat satu batu nisan berukir dan memiliki pola hias sulur daun.
Dari lokasi temuan ditemukan reruntuhan tugu perbatasan wilayah antara Indramayu-Sumedang yang terbuat dari bata berukuran panjang 27 Cm, lebar 17 Cm dan tinggi 7 Cm.
Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi menduga struktur bata yang ditemukan merupakan dinding bangunan makam yang runtuh,” Melihat dari bentuk bata yang ditemukan belum dapat memprediksi usia dari makam dan tokoh siapa yang dimakamkan warga di lokasi tersebut.*(ichsan).















