Pelita News I Indramayu – Tanggul Sungai Cimanuk di Blok Rengas Payung, Desa Kertasmaya, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat jebol dan langsung mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten setempat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.
DPUPR langsung mendatangkan alat berat yakni excavator ke lokasi titik jebolnya tanggul sungai untuk menutup tanggul jebol yang sempat membuat banjir warga setempat.
Camat Kertasmaya, Andri. M. Soleh mengatakan, hingga Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 20.51 WIB, alat berat bantuan dari DPUPR masih terus bekerja menutup semua tanggul sungai Cimanuk yang jebol akibat luapan aliran sungai Cimanuk.
“Syukur Alhamdulillah, permintaan kami ke DPUPR Indramayu langsung direspon dengan mendatangkan excavator untuk menanggulangi tanggul darurat yang jebol di blok Rengas Payung. Kami masih terus memantau untuk membuat tanggul darurat,” kata Andri.
Dia juga mengimbau kepada semua masyarakat yang berada di sepanjang tanggul Cimanuk untuk bersabar, karena semua titik tanggul yang kritis akan dilakukan penutupan sementara dengan cara dibuat tanggul darurat, sekaligus menutup tanggul yang berpotensi jebol akibat arus deras aliran air dari hulu.
“Secara bertahap, semua tanggul di sepanjang jalur sungai Cimanuk akan dilakukan perbaikan (dibuat) tanggul darurat untuk mengatasi luapan air, dan diharapkan masyarakat sekitar terbebas dari ancaman banjir. Masyarakat juga diminta waspada menghadapi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir,”jelas Camat Andri.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, disebutkan sejak pagi hari puluhan rumah di Blok Rengas Payung mendadak kebanjiran akibat jebolnya tanggul Cimanuk. Air terus meninggi hingga mencapai 50 meter lebih.
Tak lama setelah itu, datang bantuan dari sejumlah pihak, termasuk dari Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PKB, Kiki Arindi yang turun langsung ke lapangan mengecek lokasi banjir dan memberikan bantuan untuk masyarakat setempat.
Kiki Arindi menegaskan, saat sekarang yang dibutuhkan masyarakat adalah makanan dan logistik lainnya. Selain itu perlu adanya tenda darurat untuk tempat tidur masyarakat terdampak, terutama yang rumahnya di pinggir sungai Cimanuk.
“Saya berharap agar BPBD Indramayu segera membuka dapur darurat dan tenda pengungsian,”jelas Kiki, di lokasi banjir Desa Kertasemaya.
Sementara itu, berdasarkan info bencana banjir di Kabupaten Indramayu yang dirilis BPBD setempat, Sabtu, 24 Januari 2026 menyebutkan, sedikitnya 3 keamatan terdampak, yakni Kecamatan Kertasemaya meliputi Desa Tulungagung, Kertasemaya dan Desa Kliwed. Kecamatan Jatibarang di Desa Sukalila dan Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener.
Imbas meluapnya Sungai Cimanuk itu, 604 rumah dan 7 fasum terendam, serta 2.411 oran/jiwa di lima desa terdampak. Kemudian 48 orang mengungsi dengan perincian, Desa Kertasemaya 34 orang dan Desa Sukalila, 14 orang. @safaro















