
Kota Cirebon, PN
Genangan air yang diduga tak tertampung oleh saluran Drainase yang ata di wilayah RW 10 Samadikun Kelurahan Kesenden Kecamatan Kejaksaan Kota Cirebon dikeluhkan warga, diduga genangan tersebut karena penuhnya limbah yang menumpuk didalam badan drainase yang menyebabkan limbah air yang berasal dari pemukiman warga tak bisa mengalir didalam drainase dan menggenang hingga dibadan jalan lingkungan warga, sehingga adanya hal tersebut mengakibatkan jalan lingkungan tidak layak untuk dilewati pejalan kaki, hal itu diungkapkan Andi Remond salah satu warga Samadikun RW 10 RT 01 pada Harian Pelita News rabu 30/11.
“drainase penuh dengan limbah rumah tangga, sehingga saluran jadi dangkal, dan airnya genangi jalan, terlebih banyak anak sekolah yang melintas jalan itu, kan kasihan itu bukan air bersih yang harus dilewati dengan bagian tubuh terbuka, khawatir itu berdampak menjadi penyakit,”ungkapnya.
Selanjutnya Andi yang biasa disapa mengatakan, kejadian tersebut bukan hanya kali pertama, namun kejadian tersebut terus terjadi ketika musim penghujan datang, dan hal itu hingga saat ini diduga belum ada keseriusan untuk penanganan dari pemerintah kota Cirebon melalui Dinas terkait untuk menyelesaikan masalah genangan air itu.
“setiap musim hujan pasti seperti ini, jalan penuh dengan air kotor, dan kejadian ini sudah bertahun-tahun terjadi belum ada solusi untuk membereskan saluran ini agar normal kembali,” lanjutnya.
Dia juga menambahkan, sebelumnya jalan tersebut merupakan salah satu akses warga dan pelajar yang hendak menimba ilmu di salah satu sekolah dasar negeri yang ada di RT 02 RW 11, namun semenjak lima tahun yang lalu hingga saat ini khusus pelajar yang hendak melintas dijalan itu ketika musim penghujan tiba terpaksa melepas sepatu agar tidak basah oleh genangan air limbah rumah tangga yang ada di lokasi tersebut.
“selain akses pelajar yang hendak sekolah di SDN Samadikun, ini juga akses warga yang biasa dilintasi, kasihan kan ada anak mau kesekolah harus berjibaku dengan air kotor,”tambahnya.
Bukan hanya itu, genang air itu juga dikhawatirkan dapat menimbulkan hal yang negatif baik bagi lingkungan maupun kesehatan warga setempat, pasalnya genangan air tersebut selain dinilai tidak baik untuk kesehatan, juga diduga dapat menimbulkan datangnya penyakit lain yang diakibatkan oleh adanya genangan tersebut.
“saya khawatir, kalau air tersebut dapat berdampak pada kesehatan lingkungan warga setempat,”paparnya.
Diduga adanya genangan air dibadan jalan lingkungan diakibatkan mampetnya saluran yang berada diwilayah Utara Samadikun tepatnya saluran di wilayah RT 02, selain itu juga kurangnya perhatian pemerintah melalui dinas terkait untuk menyelesaikan atau mencari solusi sehingga saluran drainase tersebut bisa sesuai dengan fungsinya.
“sepertinya ini terjadi karena ada saluran disebelah Utara yang ditutup sehingga sulit dibersihkan dan mengakibatkan hal ini terjadi, dan hal ini juga harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Cirebon,”tegasnya.
Hal yang dinilai sangat memprihatikan, Andi sebut Drainase itu ketika musim penghujan dinilai sangat lama surutnya, selain itu juga air yang menggenang juga menimbulkan aroma tidak sedap.
“Lama surutnya bisa memakan waktu satu minggunya, itu juga kalau tidak kena hujan sebelum satu Minggu, dan airnya juga bau,”paparnya.
Dia berharap, sebelum kejadian tersebut berakibat fatal dan berdampak buruk baik bagi lingkungan dan kesehatan warga setempat, pemerintah melalui dinas terkait diminta untuk turun tangan dan terjun langsung kelokasi untuk membenahi dan menyelesaikan permasalah itu yang diakibatkan oleh dangkalnya saluran drainase.
“saya minta Pemkot Cirebon, jangan sampai berlarut-larut untuk mengatasi hal seperti ini, cepat bergerak dan atasi sebelum ada korban yang diakibatkan oleh dampak ini,”harapnya.(Rusmana)















