Pelita News I Indramayu – Masalah air bersih yang ada di Embarkasi Haji Indramayu, Jawa barat, masih jadi masalah besar bagi calon jamaah haji. Pasalnya air buat mandi yang ada di embarkasi tersebut berasa payau.
Hal tersebut dikatakan Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin saat meninjau langsung sarana dan prasarana Embarkasi Haji yang ada di Indramayu tersebut kemarin.
Terkait masalah tersebut Perusahaan Air Minum Tirta Darma Ayu (TDA) Indramayu, siap memasok air bersih sebanyak lima liter perdetik atau setara dengan 432.000 liter perhari, yang akan digunakan oleh 1000 calon jemaah haji.
Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Ady Setiawan mengatakan, pihak PDAM telah mempersiapkan jalur pipa dari IKK (instalasi kota kecamatan) Lelea, untuk mensuplai air baku ke Embarkasi Haji.
“Berangkat dari pengalaman tahun 2023 itu, kami sudah merencanakan di tahun 2024, apabila memang waktunya masih memungkinkan untuk penyerapan anggaran atau tersedia anggaran dari Provinsi, kami siap untuk menambah pasokan air Embarkasi Haji melalui jalur perpipaan, dari IKK Lelea kurang lebih sekitar 5 liter per detik, itu membutuhkan biaya kurang lebih sekitar Rp3 miliar,” kata dia, Senin (6/5/2024).
Namun demikian kata Ady, jika anggaran untuk kebutuhan air baku tidak sesuai, pihak PDAM akan mensuplai air bersih menggunakan tangki.
“Apabila memang tahun ini belum tersedia anggaran dari provinsi maupun dari pusat, maka kami masih siap untuk membantu dengan menggunakan suplai tangki,” ujar dia.
Ady menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri meminta suplai air ke Embarkasi Haji Indramayu dapat terpenuhi, yakni sebanyak 5 liter per detik atau setara dengan 432.000 liter perhari, yang akan digunakan oleh 1000 calhaj.
“Yang diminta oleh Jabar untuk mensuplai air di Embarkasi sebanyak 5 liter per detik. Untuk pipa jaringan air, baru diusulkan apabila ada anggaran yang menggunakan pipa. Tapi kalau anggarannya tidak tersedia kami masih menggunakan tangki,” tutur dia.
Menurutnya suplai air menggunakan tangki akan menghambat pengiriman dan berdampak pada jemaah calhaj yang akan menggunakan air bersih.
“Kalau tahun kemarin untuk air, kurang lebih habis sekitar Rp200 jutaan, dan itu juga semuanya akhirnya menjadi CSR PDAM, karena memang tidak tersedia anggaran di pusat maupun di provinsi. Nah kalau tangki itu kan sifatnya hanya temporer, kemudian juga mobilitasnya sulit, karena dengan jumlah jemaah yang banyak, apalagi tahun ini dua kali lipat dari kemarin, kadang mobil tangki tidak bisa masuk, akhirnya jemaah menjadi kekurangan air,” jelas dia.
Karenanya Ady berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, dapat menganggarkan pembangunan pipa air untuk mensuplai kebutuhan air di Embarkasi Haji Indramayu.
“Tapi tahun depan kami berharap itu bisa disediakan, sehingga kita sudah tidak menggunakan tangki, karena kalau tangki itu juga repot kemudian juga sangat terbatas,” ujar Ady Setiawan. @safaro















