Indramayu, PN
Keberadaan perbankan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus diupayakan berperan menjadi mitra bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini dianggap perlu diperkuat karena dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga secara nasional.
Anggota Komisi VI DPR RI, DR Ir HE Herman Khaeron MSi mengatakan, peran kemitraan antara UMKM dan BUMN sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih lagi fasilitas dan program pada BUMN dapat diakses oleh masyarakat.
“BUMN saat ini banyak sekali hal yang bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Ada program PKBL, CSR, dan ada program-program yang langsung menyalurkan berbagai kemudahan kepada masyarakat,” kata Hero sapaan akrabnya usai memaparkan materi sosialisasi yang diikuti 100 pelaku UMKM di aula salah satu hotel di Indramayu, Senin (28/11/2022).
Ia mencontohkan, terkait dengan pembentukan holding ultra mikro yang di dalamnya ada BRI, PT Permodalan Nasional Madani, dan Pegadaian terdapat banyak program permodalan. “Itu bisa memberikan modal sampai yang ultra mikro yang murah dan gampang, tidak perlu agunan, dan bisa didapatkan oleh masyarakat siapapun,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Menurutnya, jika kelas usahanya sudah meningkat terdapat beberapa bank yang bisa memberikan permodalan lebih besar. Perbankan dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dapat memberikan permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Sebetulnya tata caranya mudah dan sampai sekarang supaya masyarakat bisa survive. Bisa untuk meningkatkan kemampuan usahanya. Jangan sampai yang besar bertambah besar dan yang kecil semakin kecil. Kita ingin yang kecil semakin besar dan yang besar tidak ditinggalkan. Dan sekarang BUMN berorientasi untuk meningkatkan usaha masyarakat,” paparnya.
Selain itu, bagi perusahan-perusahan besar yang sudah beroperasi seperti Pertamina dan perusahan besar BUMN lainnya yang berproduksi dan membutuhkan kerjasama harus sudah dikerjasamakan dengan UMKM. Seperti suplai untuk kebutuhan konsumsi, tenaga kerja, dan lainnya.
“Sosialisasi ini dilakukan supaya masyarakat tahu dan paham ada hal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata dia.
Disinggung sampai saat ini pelaku UMKM kesulitan mengakses permodalan, dimungkin karena merasa tidak punya agunan atau tidak punya kapasitas untuk mendapatkan permodalan tersebut.
“Kita buka ruang, ada permodalan-permodalan yang secara mudah bisa diakses. Misalkan Permodalan Nasional Madani itu cukup akad saja,” pungkas Anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini. (saprorudin)















