Pelita News I Indramayu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama KONI dan sejumlah perangkat daerah mulai mematangkan skema anggaran untuk mendukung kontingen Kabupaten Indramayu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Pembahasan dilakukan dalam rapat Konsolidasi Porprov Tahun 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kamis (1/10/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut surat Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu Nomor 400.4.11/1242/Dispara tanggal 23 September 2026 tentang permohonan penjadwalan pertemuan konsolidasi Porprov Tahun 2026.
Sala satu pembahasan utama menyangkut mekanisme penganggaran, termasuk pilihan antara penyaluran melalui hibah atau ditempatkan pada kegiatan perangkat daerah.
Kepala Dispara Kabupaten Indramayu, H. Ahmad Syadali, menjelaskan bahwa pada awalnya pemerintah daerah menginginkan dukungan anggaran Porprov disalurkan melalui mekanisme hibah. Namun, setelah dilakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri, terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi pemberian hibah dua kali untuk tujuan yang sama.
“Awalnya, sebetulnya kita inginnya dihibah. Tetapi ada konsultasi dari pemerintah daerah ke Mendagri. Dari Mendagri ada pernyataan bahwa untuk hibah tidak boleh dilaksanakan dua kali,” ujar Ahmad Syadali dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kemudian mendorong pemerintah daerah mencari mekanisme lain agar kebutuhan kontingen tetap dapat dipenuhi. Sala satu alternatif yang dibahas adalah menempatkan anggaran pada perangkat daerah dan melaksanakannya melalui mekanisme perjalanan dinas.
“Kalau mekanisme hibah tidak bisa, anggarannya ditaruh saja di SKPD. Berat tidak berat, bagaimanapun juga ini bagian dari kewajiban kita yang harus dilaksanakan,” katanya.
Ahmad Syadali mengatakan, pemerintah daerah juga mempertimbangkan penggunaan pihak ketiga atau event organizer (EO). Namun, mekanisme tersebut dinilai memiliki konsekuensi terhadap efisiensi anggaran karena sejumlah komponen seperti konsumsi, hotel dan perjalanan dapat dikenakan pajak.
“Kalau dengan EO ada keuntungan, tetapi ada nilai yang hilang. Makan, minum, hotel, perjalanan juga ada PPh dan PPN. Otomatis anggarannya berkurang,” jelasnya.
Karena itu, dalam pembahasan bersama muncul alternatif penggunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), dengan tetap menyiapkan mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan.
“Kalau begitu, perjalanan dinas SPPD saja, jangan pakai EO,” tegas Ahmad Syadali.
Namun, penerapan mekanisme tersebut membutuhkan penyesuaian regulasi karena atlet, pelatih dan ofisial kontingen Porprov bukan seluruhnya berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Pemerintah daerah kemudian membahas percepatan penyusunan dan harmonisasi Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar pelaksanaan anggaran agar kebutuhan kontingen dapat diakomodasi secara administratif.
“Ini hal yang prioritas. Kami berharap provinsi juga bisa mempercepat harmonisasi berkaitan dengan ini. Mekanismenya memang menjadi kewenangan daerah dan dikeluarkan oleh bupati, tetapi tetap harus melalui proses harmonisasi dan petunjuk teknis,” ujarnya.
Ia juga mengajak KONI dan pihak-pihak yang memiliki akses ke pemerintah provinsi untuk bersama-sama mendorong percepatan proses tersebut.
“Termasuk KONI, teman-teman yang punya akses di provinsi, sama-sama kita dorong percepatan kondisi ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu, H. Yogi Kurniawan, melalui Sekretaris Umum, H. Maman Kostaman, mengatakan pihaknya menyampaikan sejumlah kebutuhan penting dalam rapat konsolidasi.
Menurut Maman, dukungan anggaran tidak cukup hanya dilihat dari nominal, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan durasi pertandingan masing-masing cabang olahraga.
“Yang jelas, KONI menyampaikan agar pelaksanaan Porprov, khususnya kebutuhan cabor, atlet dan ofisial, bisa terakomodasi sesuai durasi atau lamanya pertandingan. Itu yang menjadi perhatian penting,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, kebutuhan atlet juga tidak dapat disamaratakan. Kebutuhan makan dan nutrisi, misalnya, harus disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga.
“Misalnya atlet angkat besi membutuhkan asupan protein, karbohidrat, vitamin dan suplemen. Kebutuhannya tentu berbeda dengan atlet dari cabang olahraga lain. Jadi kebutuhan makan dan nutrisi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabor,” jelasnya. @safaro












