• Advertorial
    • Kontak Kami
    Kamis, Agustus 20, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Pemkab Cirebon Gerak Cepat Atasi KLB Campak di 4 Kecamatan

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Mei 19, 2026
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON, KESEHATAN, PEMERINTAH DAERAH
    0 0
    0
    Pemkab Cirebon Gerak Cepat Atasi KLB Campak di 4 Kecamatan
    0
    BERBAGI
    23
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    EMPAT Kecamatan di Kabupaten Cirebon yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin dan Greged berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon hingga minggu ke-15 tahun 2026, rincian kasus di wilayah KLB yakni Kecamatan Mundu terdapat 29 kasus suspect dengan 2 kasus positif, Kecamatan Sumber 24 suspect dengan 5 positif, Kecamatan Greged 33 suspect dengan 7 positif, serta Kecamatan Ciwaringin 33 suspect dengan 9 kasus positif.

    Selain empat kecamatan tersebut, terdapat tujuh kecamatan lain yang juga melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai langkah pencegahan.

    Kebijakan itu diambil karena tingginya mobilitas warga dari dan ke wilayah KLB serta capaian imunisasi MR dalam lima tahun terakhir rata-rata masih di bawah 80 persen, sehingga berisiko memicu peningkatan kasus campak.

    Dinkes Kabupaten Cirebon terus melakukan langkah cepat untuk mengatasinya. Selain mencegah penyebaran penyakit campak, Dinkes melakukan vaksinasi massal di sejumlah wilayah sekitar. melalui imunisasi massal darurat (Outbreak Response Immunization/ORI) dan imunisasi tambahan (Catch Up Campaign/CUC) untuk mengendalikan wabah campak, menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat kecamatan.

    ORI Campak merupakan kegiatan imunisasi tambahan massal darurat sebagai respons untuk menghentikan wabah atau KLB. Sementara, CUC merupakan imunisasi tambahan untuk melengkapi status imunisasi anak-anak yang belum mendapat dosis imunisasi campak lengkap.

    Keseriusan Pemerintah Kabupaten Cirebon dibuktikan juga dengan melakukan monitoring pelaksanaan penanggulangan penyakit campak di sejumlah desa.

    Bahkan, Bupati Cirebon, H Imron bersama Kepala Dinas Kesehatan, Hj. Eni Suhaeni turun langsung untuk melihat pelaksanaan immunisasi massal di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/5/2026).

    Dalam kesempatan itu, Bupati Cirebon menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus campak yang menyebabkan kematian pada balita di Kabupaten Cirebon.

    Menurut Bupati Cirebon, pentingnya imunisasi sebagai langkah utama mencegah penyebaran penyakit campak yang belakangan mengalami peningkatan signifikan.

    “Penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Imron.

    Ia menegaskan, penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tidak hanya menyerang bayi, tetapi juga dapat mengancam seluruh kelompok usia.

    Bahkan Penyakit seperti hepatitis B, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, pneumonia, polio, campak, rubella, diare akut hingga kanker leher rahim dapat dicegah melalui vaksinasi.

    Imron menyebut kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa imunisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi melindungi kesehatan masyarakat.

    “Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi dengan membuka layanan yang mudah diakses masyarakat, mulai dari posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktik dokter, bidan hingga klinik,” katanya.

    Imron menekankan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ORI bukan hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menanggulangi penyebaran campak.

    “Kegiatan ini merupakan bukti komitmen bersama seluruh sektor untuk berkolaborasi agar kasus campak tidak terus bertambah dan meluas,” ujarnya.

    Imron juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

    Selain itu, Imron meminta peningkatan kualitas layanan serta infrastruktur kesehatan agar pelayanan imunisasi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.

    “Kepada para orang tua, saya mengimbau agar membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan imunisasi demi masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh,” katanya.

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj l. Eni Suhaeni mengungkapkan masih ada sekitar 40 persen balita yang belum mendapatkan vaksin campak.

    Menurut Eni, upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, kader kesehatan hingga tokoh masyarakat.

    “Dinkes tidak bekerja sendiri. Semua harus terlibat, mulai dari kecamatan, desa, para kader hingga tokoh masyarakat. Kami optimistis target imunisasi bisa tercapai,” katanya.

    Ia menjelaskan, pelaksanaan ORI massal berlangsung pada 4 hingga 9 Mei 2026. Setelah itu, Dinas Kesehatan akan melakukan sweeping mulai pekan depan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin, terutama yang saat pemeriksaan sebelumnya dalam kondisi sakit.

    Lebih lanjut, kata Eni, sweeping tersebut difokuskan di tujuh kecamatan yang menjadi wilayah prioritas penanganan kasus campak.

    “Insyaallah sekarang sudah fokus di tujuh kecamatan saja dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat lain,” ujarnya.

    Eni mengungkapkan bahwa kasus campak di Kabupaten Cirebon telah menyebabkan tiga kematian balita. Dari jumlah tersebut, dua kasus dinyatakan positif campak, sementara satu lainnya negatif.

    Ia mengakui tantangan terbesar di lapangan adalah masih adanya orang tua yang menolak imunisasi bagi anaknya. Karena itu, pihaknya terus menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi.

    “Kami berharap masyarakat yang sebelumnya menolak vaksin bisa memahami pentingnya imunisasi demi kesehatan anak-anak,” katanya.

    Selain itu, Eni juga mengajak media massa turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang konstruktif dan informatif..

    Secara keseluruhan, target sasaran ORI di Kabupaten Cirebon mencapai 12.221 anak usia 9 hingga 59 bulan. Program tersebut mulai dilaksanakan sejak 4 Mei 2026.

    ORI campak dijadwalkan berlangsung hingga 19 Mei 2026. Pemerintah daerah melibatkan berbagai unsur, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal.

    Dinkes berharap seluruh sasaran dalam kondisi sehat sehingga vaksinasi dapat dilakukan tanpa hambatan.

    “Semoga pelaksanaannya lancar dan seluruh anak bisa tervaksin sesuai target,” tandasnya.

    Sementara itu, Puskemas Ciwaringin juga bergerak cepat dengan menyiapkan vaksinasi massal bagi balita. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

    Kepala Puskesmas Ciwaringin, Didi Junaedi, mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti penetapan KLB dengan menyiapkan program Outbreak Response Immunization (ORI).

    “Dengan ditetapkannya KLB di salah satu desa, kita harus melakukan pencegahan melalui imunisasi massal serentak,” ujarnya.

    Selain itu, puskesmas juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan tempat ibadah.

    Berdasarkan data sementara, terdapat sembilan kasus suspek campak di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, tiga kasus terkonfirmasi positif, satu negatif, dan lima lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.

    Upaya penanganan juga melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Sosialisasi dilakukan hingga ke masjid dan musala agar informasi cepat menjangkau warga.

    “Sudah kami sampaikan melalui masjid dan musala agar masyarakat segera mengetahui dan ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

    Vaksinasi massal akan menyasar seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

    Di Kecamatan Ciwaringin, jumlah sasaran mencapai sekitar 2.400 balita yang tersebar di 52 posyandu.

    “Semua balita usia 9 sampai 59 bulan akan divajsinasi. Target kita minimal 95 persen agar terbentuk kekebalan kelompok,” tegasnya.

    Didi menambahkan, KLB campak ini merupakan kasus pertama di wilayah tersebut pada tahun ini. Ia mengingatkan campak berpotensi fatal, terutama bagi balita dengan daya tahan tubuh lemah.

    “Campak bisa menyebabkan kematian jika daya tahan tubuh tidak kuat. Karena itu imunisasi sangat penting,” ungkapnya.***

    Pelita News | Cirebonkab.- EMPAT Kecamatan di Kabupaten Cirebon yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin dan Greged berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon hingga minggu ke-15 tahun 2026, rincian kasus di wilayah KLB yakni Kecamatan Mundu terdapat 29 kasus suspect dengan 2 kasus positif, Kecamatan Sumber 24 suspect dengan 5 positif, Kecamatan Greged 33 suspect dengan 7 positif, serta Kecamatan Ciwaringin 33 suspect dengan 9 kasus positif.

     

    Selain empat kecamatan tersebut, terdapat tujuh kecamatan lain yang juga melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai langkah pencegahan.

     

    Kebijakan itu diambil karena tingginya mobilitas warga dari dan ke wilayah KLB serta capaian imunisasi MR dalam lima tahun terakhir rata-rata masih di bawah 80 persen, sehingga berisiko memicu peningkatan kasus campak.

     

    Dinkes Kabupaten Cirebon terus melakukan langkah cepat untuk mengatasinya. Selain mencegah penyebaran penyakit campak, Dinkes melakukan vaksinasi massal di sejumlah wilayah sekitar. melalui imunisasi massal darurat (Outbreak Response Immunization/ORI) dan imunisasi tambahan (Catch Up Campaign/CUC) untuk mengendalikan wabah campak, menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat kecamatan.

     

    ORI Campak merupakan kegiatan imunisasi tambahan massal darurat sebagai respons untuk menghentikan wabah atau KLB. Sementara, CUC merupakan imunisasi tambahan untuk melengkapi status imunisasi anak-anak yang belum mendapat dosis imunisasi campak lengkap.

     

    Keseriusan Pemerintah Kabupaten Cirebon dibuktikan juga dengan melakukan monitoring pelaksanaan penanggulangan penyakit campak di sejumlah desa.

     

    Bahkan, Bupati Cirebon, H Imron bersama Kepala Dinas Kesehatan, Hj. Eni Suhaeni turun langsung untuk melihat pelaksanaan immunisasi massal di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/5/2026).

     

     

    Dalam kesempatan itu, Bupati Cirebon menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus campak yang menyebabkan kematian pada balita di Kabupaten Cirebon.

     

    Menurut Bupati Cirebon, pentingnya imunisasi sebagai langkah utama mencegah penyebaran penyakit campak yang belakangan mengalami peningkatan signifikan.

     

    “Penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Imron.

     

    Ia menegaskan, penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tidak hanya menyerang bayi, tetapi juga dapat mengancam seluruh kelompok usia.

     

    Bahkan Penyakit seperti hepatitis B, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, pneumonia, polio, campak, rubella, diare akut hingga kanker leher rahim dapat dicegah melalui vaksinasi.

     

    Imron menyebut kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa imunisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi melindungi kesehatan masyarakat.

     

    “Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi dengan membuka layanan yang mudah diakses masyarakat, mulai dari posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktik dokter, bidan hingga klinik,” katanya.

     

    Imron menekankan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ORI bukan hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menanggulangi penyebaran campak.

     

    “Kegiatan ini merupakan bukti komitmen bersama seluruh sektor untuk berkolaborasi agar kasus campak tidak terus bertambah dan meluas,” ujarnya.

     

    Imron juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

     

    Selain itu, Imron meminta peningkatan kualitas layanan serta infrastruktur kesehatan agar pelayanan imunisasi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.

     

    “Kepada para orang tua, saya mengimbau agar membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan imunisasi demi masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh,” katanya.

     

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj l. Eni Suhaeni mengungkapkan masih ada sekitar 40 persen balita yang belum mendapatkan vaksin campak.

     

    Menurut Eni, upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, kader kesehatan hingga tokoh masyarakat.

     

    “Dinkes tidak bekerja sendiri. Semua harus terlibat, mulai dari kecamatan, desa, para kader hingga tokoh masyarakat. Kami optimistis target imunisasi bisa tercapai,” katanya.

     

    Ia menjelaskan, pelaksanaan ORI massal berlangsung pada 4 hingga 9 Mei 2026. Setelah itu, Dinas Kesehatan akan melakukan sweeping mulai pekan depan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin, terutama yang saat pemeriksaan sebelumnya dalam kondisi sakit.

     

    Lebih lanjut, kata Eni, sweeping tersebut difokuskan di tujuh kecamatan yang menjadi wilayah prioritas penanganan kasus campak.

     

    “Insyaallah sekarang sudah fokus di tujuh kecamatan saja dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat lain,” ujarnya.

     

    Eni mengungkapkan bahwa kasus campak di Kabupaten Cirebon telah menyebabkan tiga kematian balita. Dari jumlah tersebut, dua kasus dinyatakan positif campak, sementara satu lainnya negatif.

     

    Ia mengakui tantangan terbesar di lapangan adalah masih adanya orang tua yang menolak imunisasi bagi anaknya. Karena itu, pihaknya terus menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi.

     

    “Kami berharap masyarakat yang sebelumnya menolak vaksin bisa memahami pentingnya imunisasi demi kesehatan anak-anak,” katanya.

     

    Selain itu, Eni juga mengajak media massa turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang konstruktif dan informatif..

     

    Secara keseluruhan, target sasaran ORI di Kabupaten Cirebon mencapai 12.221 anak usia 9 hingga 59 bulan. Program tersebut mulai dilaksanakan sejak 4 Mei 2026.

     

    ORI campak dijadwalkan berlangsung hingga 19 Mei 2026. Pemerintah daerah melibatkan berbagai unsur, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal.

     

    Dinkes berharap seluruh sasaran dalam kondisi sehat sehingga vaksinasi dapat dilakukan tanpa hambatan.

     

    “Semoga pelaksanaannya lancar dan seluruh anak bisa tervaksin sesuai target,” tandasnya.

     

    Sementara itu, Puskemas Ciwaringin juga bergerak cepat dengan menyiapkan vaksinasi massal bagi balita. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

     

    Kepala Puskesmas Ciwaringin, Didi Junaedi, mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti penetapan KLB dengan menyiapkan program Outbreak Response Immunization (ORI).

     

    “Dengan ditetapkannya KLB di salah satu desa, kita harus melakukan pencegahan melalui imunisasi massal serentak,” ujarnya.

     

    Selain itu, puskesmas juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan tempat ibadah.

     

    Berdasarkan data sementara, terdapat sembilan kasus suspek campak di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, tiga kasus terkonfirmasi positif, satu negatif, dan lima lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.

     

    Upaya penanganan juga melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Sosialisasi dilakukan hingga ke masjid dan musala agar informasi cepat menjangkau warga.

     

    “Sudah kami sampaikan melalui masjid dan musala agar masyarakat segera mengetahui dan ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

     

    Vaksinasi massal akan menyasar seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

     

    Di Kecamatan Ciwaringin, jumlah sasaran mencapai sekitar 2.400 balita yang tersebar di 52 posyandu.

     

    “Semua balita usia 9 sampai 59 bulan akan divajsinasi. Target kita minimal 95 persen agar terbentuk kekebalan kelompok,” tegasnya.

     

    Didi menambahkan, KLB campak ini merupakan kasus pertama di wilayah tersebut pada tahun ini. Ia mengingatkan campak berpotensi fatal, terutama bagi balita dengan daya tahan tubuh lemah.

     

    “Campak bisa menyebabkan kematian jika daya tahan tubuh tidak kuat. Karena itu imunisasi sangat penting,” ungkapnya.@Sur

    Tags: CiayumajakuningKabupaten CirebonKesehatanPemerintah Daerahprokompim.cirebonkab
    Sebelumnya

    Peringati Hari Buruh, Pemkab Cirebon Ajak Buruh dan Pengusaha Bersinergi 

    Berikutnya

    Dinkes Kabupaten Cirebon Gencarkan Vaksinasi Campak, Bupati Imron Optimistis Target 12 Ribu Anak Tercapai

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Dinkes Kabupaten Cirebon Gencarkan Vaksinasi Campak, Bupati Imron Optimistis Target 12 Ribu Anak Tercapai

    Dinkes Kabupaten Cirebon Gencarkan Vaksinasi Campak, Bupati Imron Optimistis Target 12 Ribu Anak Tercapai

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Jelang Muktamar NU, Alumni KHAS Kempek Gelar Ziarah dan Doa, Ikrar Dukung Kiai Said Jadi Rais Aam

    Jelang Muktamar NU, Alumni KHAS Kempek Gelar Ziarah dan Doa, Ikrar Dukung Kiai Said Jadi Rais Aam

    Agustus 16, 2026
    Aparat Gabungan di Indramayu Sisir Tempat Hiburan Malam

    Aparat Gabungan di Indramayu Sisir Tempat Hiburan Malam

    Agustus 2, 2026
    Kasdim Mayor Arm Sulkhan Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Munjul, Dongkrak Perekonomian Tiga Desa

    Kasdim Mayor Arm Sulkhan Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Munjul, Dongkrak Perekonomian Tiga Desa

    Agustus 13, 2026
    Putera Cirebon, Firman Adi Saputra Dinyatakan Lulus Seleksi Taruna Politeknik Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026-2027

    Putera Cirebon, Firman Adi Saputra Dinyatakan Lulus Seleksi Taruna Politeknik Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026-2027

    Agustus 4, 2026
    Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Cirebon Dituntut 1 Tahun 8 Bulan, Kerugian PT DKI Disebut Capai Rp10 Miliar

    Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Cirebon Dituntut 1 Tahun 8 Bulan, Kerugian PT DKI Disebut Capai Rp10 Miliar

    Agustus 19, 2026
    Muhamad Daffa AnNabiha Atlet Sepak Bola Asal SMAN 1 Babakan dipanggil Timnas Pelajar Mewakili Indonesia Ajang Internasional

    Muhamad Daffa AnNabiha Atlet Sepak Bola Asal SMAN 1 Babakan dipanggil Timnas Pelajar Mewakili Indonesia Ajang Internasional

    Agustus 18, 2026
    Kadis Komunikasi Dan Informatika Ikuti Rakor Bidang Informasi 

    Kadis Komunikasi Dan Informatika Ikuti Rakor Bidang Informasi 

    Agustus 18, 2026
    Meriah Carnaval Desa Sende di HUT RI ke 81, Suma, SM: Semangat Perjuangan Menuju Kesejahteraan Dan Memajukan Desa Sende Terus Berkobar

    Meriah Carnaval Desa Sende di HUT RI ke 81, Suma, SM: Semangat Perjuangan Menuju Kesejahteraan Dan Memajukan Desa Sende Terus Berkobar

    Agustus 18, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Muhamad Daffa AnNabiha Atlet Sepak Bola Asal SMAN 1 Babakan dipanggil Timnas Pelajar Mewakili Indonesia Ajang Internasional

      Muhamad Daffa AnNabiha Atlet Sepak Bola Asal SMAN 1 Babakan dipanggil Timnas Pelajar Mewakili Indonesia Ajang Internasional

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Jelang Muktamar NU, Alumni KHAS Kempek Gelar Ziarah dan Doa, Ikrar Dukung Kiai Said Jadi Rais Aam

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Cirebon Dituntut 1 Tahun 8 Bulan, Kerugian PT DKI Disebut Capai Rp10 Miliar

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Kuwu Desa Kasugengan Kidul Lantik dan Ambil Sumpah Perangkat Desa

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Kadis Komunikasi Dan Informatika Ikuti Rakor Bidang Informasi 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,779)
    • EKONOMI & BISNIS (327)
    • INDRAMAYU (5,420)
    • INFORMASI (578)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (6,184)
    • KESEHATAN (84)
    • KOTA CIREBON (1,062)
    • KUNINGAN (139)
    • MAJALENGKA (70)
    • NASIONAL (643)
    • OLAHRAGA (45)
    • PEMERINTAH DAERAH (761)
    • TEKNOLOGI (97)
    • Uncategorized (756)

    Berita Terbaru

    Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Cirebon Dituntut 1 Tahun 8 Bulan, Kerugian PT DKI Disebut Capai Rp10 Miliar

    Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Cirebon Dituntut 1 Tahun 8 Bulan, Kerugian PT DKI Disebut Capai Rp10 Miliar

    Agustus 19, 2026
    Muhamad Daffa AnNabiha Atlet Sepak Bola Asal SMAN 1 Babakan dipanggil Timnas Pelajar Mewakili Indonesia Ajang Internasional

    Muhamad Daffa AnNabiha Atlet Sepak Bola Asal SMAN 1 Babakan dipanggil Timnas Pelajar Mewakili Indonesia Ajang Internasional

    Agustus 18, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk