
Cirebon, (PN)
peringatan Haul Buyut Nyi Mas Ajeng merupakan bentuk ucapan rasa syukur kita pada Buyut/pendahu kita yang telah menorehkan sejarah menjadikan kita bisa hidup berdampingan seperti sekarang , disamping pentingnya pelestarian adat Budaya yang biasa dilestarikan di Kabupaten Cirebon, khusnya di Blok Kajengan Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan.
Acara Ujung Buyut Nyi Mas Ajeng dihadiri oleh Sultan Abdul Gani Natadiningrat ( Sultan Kecerbonan) di dampingi oleh beberapa Organisasi Kraton Kacerbonan seperti, Padepokan Jejer Jati serta LSM Cakra Elang.
Disamping Itu Pawai Obor dan Juga ‘Seni Brai Sekar Pusaka dari Desa Wangunharja Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon Yang dipimpin oleh Sukarno Muhamad Ace mewarnai semaraknya Khaul Unjung Buyut Nyi Ajeng, dengan melantunkan Syair-syair yang bernafaskan Susfistik yang mengandung nilai sejarah juga mengedepankan nilai Agamis disambut penuh antusias oleh warga Desa Danawinangun.
Pada sambutanya, Sultan Abdul Gani Natadiningrat menyampaikan beberapa hal, menyangkut acara adat. Acara adat Merupakan salah satu wujud kepedulian kita untuk menghormati perjuangan para leluhur yang tentunya patut kita kenang, dan semestinya kita mensyukuri jasa perjuanganya.
“Untuk itu masih kita bersama menjaga kelestarian Adat, Budaya ini jangan sampai punah karena ini merupakan bagian dari ajang silaturahmi yang harus bersama-sama kita jaga dan yang terpenting tidak melupakan sejarah. jelas Abdul Gani.
Kuwu Desa Danawinangun,” Sukarman, juga menyampaikan ,ucapan terimakasih khususnya pada warga Desa Danawinangun yang telah guyub penuh kebersamaan dalam memperingati acara ujung Buyut Nyi Mas Ajeng, dalam melestarikan adat istiadat serta Budaya yang menjadi tonggak sejarah tidak bisa dihilangkan khususnya pelestrian budaya Cirebon.
Saya berharap mudah-mudahan warga Desa Danawinangun diberikan banyak keberkahan dan terus menjaga nilai talih silaturahmi antar saudara jangan sampai terputus. Tuturnya. (HR)















