Pelita News | Cirebon Timur – Mushola Al-Unib Peradenan Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang menggelar acara Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma, Minggu sore (13/4). Kegiatan yang di mulai sejak Pukul 17.00 Wib tersebut di isi juga dengan arak-arakan Kereta Paksi Nagaliman dari Gunungjati Cirebon. Antusiasme masyarakat cukup meriah memadati iring-iringan yang dikawal langsung oleh kepolisian Polsek Lemahabang. Hingga akhir acara, kegiatan Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma pimpinan pengasuh Suratno atau yang dikenal Mang Nano tersebut berlangsung lancar dan khidmat.

Orangtua santri Mika Ali Muzakki, Toni Santoso mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan khataman yang berlangsung sederhana namun penuh makna. Dirinya merasa bahagia dan terharu dengan pencapaian yang sudah di raih putra kandungnya, bahkan dirinya terus mengingatkan putranya agar tidak bosan untuk terus melafalkan Al Qur’an yang akan membawa keberkahan serta kebaikan di dunia dan akhirat.
“Meski sudah khatam Al Qur’an bukan berarti berhenti melafalkan Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah sumber kebaikan karena berisi ajaran-ajaran kebaikan, petunjuk, dan rahmat bagi umat manusia,“ tuturnya.
Toni pun menjelaskan, tujuan terselenggaranya kegiatan Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma ini adalah bagian dari syiar Islam dan menggairahkan minat anak-anak untuk mengaji, karena saat ini terasa tidak mudah di zaman gempuran dunia gadget dan teknologi lainnya.
“Acara khataman ini cukup meriah dan disambut antusias oleh warga. Apalagi saat arak-arakan kereta Paksi Nagaliman yang memiliki makna dan nilai budaya yang melekat bagi warga Cirebon,“ terangnya.
Perlu diketahui, Kereta Paksi Nagaliman adalah kereta kencana milik Keraton Kanoman. Dulu, kereta ini digunakan raja Keraton Kanoman untuk menghadiri upacara kebesaran. Selain itu, kereta ini juga digunakan untuk kirab pengantin keluarga Sultan Kanoman. Kereta tersebut diperkirakan dibuat tahun 1608 berdasarkan angka Jawa 1530 pada leher badan kereta yang merupakan angka tahun Saka. Sejak tahun 1930, kereta ini tidak digunakan dan disimpan di museum Keraton Kanoman, sedangkan yang sering dipakai pada perayaan-perayaan merupakan kereta tiruan atau yang menyerupai. @Ries















