
Pelita News, Cirebon Timur
Dalam rangka perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) secara swakelola, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air / Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS-CC) tengah mengadakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Demi kelancaran program tersebut, Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS-CC pasalnya telah melaksanakan pelatihan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI.
Pantauan Pelita News, kegiatan pembangunan P3-TGAI pasalnya tengah berjalan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Susukanlebak, salahsatunya di Desa Kaligawe, Senin (15/5).
Adapun Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dengan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi yang tengah dilaksanakan P3A Karya Jaya berlokasi di Daerah Irigasi Panongan Desa Kaligawe dengan nilai anggaran sebesar Rp 195.000.000,- yang bersumber dari APBN Tahun 2023.
Untuk diketahui, dalam realisasi pelaksanaan P3-TGAI sendiri dilakukan secara swakelola atau tidak dilaksanakan pihak ketiga / tidak dikontraktualkan.
Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Cirebon, Kiki Riski menegaskan, perbaikan irigasi yang tengah dilakukan oleh P3A Karya Jaya di Desa Kaligawe tentunya sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi saluran atau bangunan irigasi dengan baik.
Bahkan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawab serta partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan perbaikan dan Peningkatan Jaringan Irigasi tersebut.
lebih lanjut, ditambahkan Kiki Riski, P3-TGAI ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan petani serta produktivitas pertanian melalui penambahan luasan lahan yang bisa teraliri air.
Dimana melalui pengerjaan proyek dengan padat karya ini diharapkan juga mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk warga masyarakat setempat. “Partisipasi masyarakat petani terlihat sangat baik dalam program ini.
Untuk itu saya akan kawal terus program ini sampai akhir sehingga hasilnya diharapkan dapat maksimal untuk kepentingan masyarakat petani,“ ujarnya. @ Ries















