Indramayu, PN
Melalui pekan kebudayaan daerah (PKD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang akan dilaksanakan pada 5-12 Desember 2021 di Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu akan memperkenalkan kesenian daerah seperti Dolanan Bocah Dermayu, Sampyong, Genjring Akrobat dan Ronggeng Ketuk. Pentas kesenian daerah itu tidak disiarkan secara live namun dalam bentuk video karena masih pandemic Covid-19. Video-video tersebut dikirimkan melalui link yuotube PKD Jabar.
“Pada saat pelaksanaan PKD Jabar, video kiriman Disbudpar Indramayu dan Disbudpar dari kabupaten/kota lainnya di Jabar akan ditayangkan melalui yuotube secara terjadwal,” kata Kasi Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Indramayu, Asep Ruhiyat dikantornya, Jumat (26/11).
Asep menjelaskan, video berisi rekaman kesenian itu diawali dengan yel-yel “Budaya Kabupaten Indramayu Juara” dan dilanjutkan dengan pertunjukan angklung. “Melalui PKD Jabar semoga kesenian daerah Indramayu seperti Dolanan Bocah Dermayu, Sampyong, Genjring Akrobat dan Ronggeng Ketuk yang hampir punah bisa terangkat dan diingat kembali oleh masyarakat,” harap dia.
Menurutnya, pada PKD 2020, pihaknya diminta untuk mengirimkan enam video karya budaya dan dari enam video karya budaya itu pihaknya diantaranya mengirimkan upacara adat ngarot, sintren, macapat/pujangga. Namun setelah kiriman video itu diseleksi ternyata upacara adat ngarot dan sintren sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia sehingga harus diganti dengan vidio karya budaya lainnya dan dikirimkan pada pelaksanaan PKD 2021.
“PKD 2021 video kiriman dari Indramayu paling banyak, sementara kiriman dari kabupaten/kota lainnya paling dua sampai tiga video,” sebutnya.
Asep Ruhiyat mengatakan melestarikan seni budaya merupakan tupoksi Disbudpar, oleh karenanya potensi-potensi seni budaya Indramayu diharapkan terungkap, tersampaikan dan terpublikasikan ke masyarakat. Penggalian potensi-potensi itu sambungnya, mendapatkan dukungan dari Bupati Nina Agustina.
Ditambahkan, agar kesenian daerah bisa menjadi muatan local di sekolah dan semua kegiatan seni itu bisa memberdayakan seniman, Asep menyampaikan gagasan program SMS (seniman masuk sekolah). Dengan program tersebut, kata dia ada keuntungan diantaranya memberdayakan seniman, kesenian (seni budaya) terlestarikan/terlindungi, generasi muda mengapresiasi atau menjadi pelaku.
“Dengan SMS diharapkan kesenian di era 1980 – 1990 an bisa hidup kembali,” tambahnya.
Menurutnya, program SMS sejalan dengan salahsatu poin 99 program kerja bupati yakni peduli terhadap kesenian. Salahsatu bentuk kepeduliannya dengan memberikan penghargaan kepada para pelaku seni/seniman sesuai katagori seperti katagori maestro, pelestari, pelopor, dan katagori creator. Katagori-katagori itu muncul setelah puluhan bahkan ratusan seniman Indramayu diseleksi oleh tim yang dibentuk Disbudpar.
Namun demikian karena seniman yang bisa masuk katagori tersebut jumlahnya sangat sedikit maka seniman yang tidak masuk katagori itu diberdayakan melalui program SMS.
“Melalui Dinas Pendidikan Ibu Bupati diharapkan membuat kebijakan agar dinas itu memberikan instruksi ke sekolah-sekolah supaya menghidupkan kesenian sekolah melalui SMS. Dulu kita ada SD Induk Pengembangan Kesenian (IPK),” pungkasnya. (saprorudin)















