Indramayu, PN
Komunitas bonsai di Kabupaten Indramayu menggelar workshop, sharing dan demo. Untuk memaksimalkan workshop itu, panitia menghadirkan Juri Nasional Kelas Utama dari Kota Kembang Bandung, Wahyudin Sambas. Workshop, sharing dan demo di gelar di Café Samalona, Indramayu, Minggu (26/09).
Ketua Pelaksana, Jaenudin mengatakan pihaknya sengaja menggelar workshop, sharing dan demo dengan menghadirkan juri nasional. Tujuannya kata dia, selain ingin membangun tali silaturahmi sesama penghobi dan penggemar bonsai di Indramayu juga bisa memberi edukasi kepada masyarakat, apa itu bonsai.
“Dengan workshop, sharing dan demo kita bisa menjalin silaturahmi, meningkatkan pemahaman dan wawasan terhadap seni bonsai, memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan solidaritas, pengetahuan, kreatifitas dan semangat pecinta bonsai Indramayu untuk terus berkarya sehingga kedepan perbonsaian Indramayu lebih maju lagi dan bisa berbicara hingga tingkat regional bahkan sampai nasional. Intinya, Perbonsaian Indramayu harus punya nama,” kata Kang Jay sapaan akrabnya.
Sementara itu, Wahyudin Sambas dalam paparannya mengatakan, apa itu bonsai. Bonsai awalnya dari China dan dikenal dengan sebutan penzai dan oleh komunitas dunia lebih familier disebut bonsai. Bonsai kata dia, adalah tanaman yang dibuat supaya tetap berukuran kerdil dengan cara pemangkasan untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang memenuhi kriteria estetika atau keindahan tanaman.
Menurutnya, tidak semua tanaman/pohon bisa dibentuk menjadi bonsai salahsatu contohnya, pohon jati. Pohon jati diakuinya tergolong tanaman berusia panjang dan berbatang keras namun kelemahannya daunnya tidak bisa mengecil.
“Pohon yang dibentuk menjadi bonsai berumur panjang, karakter batang keras dan bisa ditanam dipot dan bisa dibentuk. Dan variasi bonsai bermacam-macam,” kata Wahidin.
Ditambahkan, banyak cara membudidaya bonsai, bisa dengan cara pembibitan, stek batang dan dengan cara di cangkok.
Karta Ibnu Tarmidzi salahsatu undangan mengaku bersyukur bisa menghadiri workshop tersebut. Sangat mengedukasi sekali. Dengan menghadiri workshop itu sambungnya, Ia banyak mendapatkan ilmu seputar perbonsaian.
Menurutnya, workshop itu sangat bermanfaat bagi pebonsai seiring meningkatnya penghobi dan penggemar bonsai di Kota Mangga Indramayu. (saprorudin)















