Slawi,PN
Ketua GP Ansor Kabupaten Tegal soroti adanya jumlah pengangguran di Kabupaten Tegal yang dinilainya cukup tinggi, bahkan diduga Kabupaten Tegal merupakan salah satu daerah dengan jumlah pengngguran yang tinggi di Jawa Tengah dengan faktor pemicunya diduga kuat dikarenakan pandemi covid 19.
Menurut H. Fanani Ketua GP Ansor Kabupaten Tegal belum lama ini mengatakan, meningkatnya pengangguran terutama saat pandemi Covid 19 yang melanda hingga dua tahun lamanya, hal tersebut dikatakanya pandemi covid dinilai memberikan dampak penurunan ekonomi semua masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Tegal.
“pengangguran meningkat saat ini salah satu faktornya adalah baru berakhirnya covid 19 yang selama 2 tahun lebih menurunkan tingkat ekonomi semua masyarakat khususnya kabupaten Tegal,”katanya.
Pandemi Covid 19 menurutnya memberikan dampak pada pembangunan daerah (pembangunan infrastruktur.red) yang diduga berimbas pada penyerapan tenaga kerja lokal yang bergantung atas adanya pekerjaan yang ada disektor pembangunan infrastruktur daerah.
“dan parahnya lagi bahwa saat ini pembangunan di Kabupaten Tegal terkendala dan tidak segera dimulai, menurutnya lagi seharusnya pembangunan – pembangunan yang melalui dana baik APBD dan APBN harus sudah segera di mulai, karena melalui proyek-proyek banyak sekali penyerapan tenaga kerja ya dibutuhkan dan secara otomatis akan mengurangi jumlah masyarakat yang menganggur saat ini,”tambahnya.
H.Fanani meminta kepada Eksekutif (Bupati tegal.red) untuk secepatnya mengambil langkah kongkrit, tegas dan terarah untuk secepatnya menyelesaikan dugaan permasalahan yang menyebabkan belum dimulainya pembangunan daerah (proyek.red) ditahun ini, dan Dia pun siap untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah jika hal tersebut memang di perlukan.
“pimpinan daerah tidak boleh takut dengan ancaman-ancaman segelintir oknum yang mengatasnamakan asosiasi yang menimbulkan terhambatnya pembangunan, dalam hal ini GP Ansor bertekad siap menjadi mitra strategis pemerintah jika memang diperlukan demi mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tegal.,”paparnya.
H.Fanani menjelaskan, sampai saat ini banyak sekali warga yang datang dikediamannya dan berkeluh kesah tentang keadaan insfrastruktur yang dinilai sangat parah dan bahkan beberapa jalan di desa-desa banyak yang kurang layak jika dilalui kendaraan, diungkapkannya ekonomi bisa berjalan baik jika insfrastrukturnya juga baik.
“banyak warga yang datang dan menceritakan infrastruktur yang sangat membutuhkan perbaikan, padahal infrastruktur merupakan salah satu akses untuk memajukan perekonomian, contoh para petani yang akan mengangkut hasil pertaniannya menjadi menjadi susah karena jalan banyak yang rusak,”ungkapnya.
Dirinya menerangkan bahwa GP Ansor Kabupaten Tegal pernah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dan membahas terkait dugaan tertundanya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tegal, dan Dia mendorong instasi terkait tersebut untuk segera memlui pelaksanaan pembangunan tersebut.
“komunikasi yang sudah dilakukan oleh GP Ansor terkait tertundanya pekerjaan pembangunan fisik telah dilakukan antaranya dengan Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Tegal agar menyegerakan dimulainya pekerjaan agar tidak lagi menunda-nunda proyek yang harusnya sudah dimulai. (Ibnu Jibril/jay)















