Pelita News I Indramayu – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) beruntun terjadi di Jalan Raya Indramayu – Cirebon, tepatnya di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kejadian ini melibatkan tiga kendaraan Isuzu Elf Long dengan nomor polisi (nopol) E 7745 AA, Truck Tractor Head Merk Hino Nopol E 8430 RA dan Truck Tractor Head Merk Hino Nopol E 8445 RA.
Dalam insiden itu satu korban meninggal dunia dan tiga kendaraan ringsek. Kejadian itu diduga akibat sala satu kendaraan mengerem mendadak. Polisi masih mencari penyebab pasti laka lantas beruntun itu dengan meminta keterangan dari beberapa saksi.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Krangkeng, AKP Nandang Supriatna menjelaskan, kecelakaan ini terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dimana peristiwanya bermula saat sebuah truk tractor head merk Hino bernomor polisi E 8445 RA yang dikemudikan Agus (37 tahun) warga Kecamatan Karangampel melaju dari arah Indramayu menuju Cirebon.
Sesampainya di depan sebuah minimarket tepatnya di jalan raya Srengseng, kendaraan tersebut mengerem mendadak karena terdapat sekelompok anak punk yang menghadang dari depan dengan maksud menumpang kendaraan.
“Akibat pengereman mendadak tersebut, truk tractor head Hino bernomor polisi E 8445 RA ditabrak dari belakang oleh truk tractor head Hino bernomor polisi E 8430 RA yang dikemudikan Sukadwi (51 tahun) warga Kecamatan Karangampel,” ujar AKP Nandang, dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Benturan tersebut berlanjut, dimana truk yang dikemudikan Sukadwi kembali ditabrak dari belakang oleh kendaraan Isuzu Elf Long warna putih bernomor polisi E 7745 AA yang dikemudikan Agus Dwi Kuncoro (48 tahun) warga Kecamatan Indramayu.
Sementara itu, truk pertama yang dikemudikan Agus justru meninggalkan lokasi kejadian dan melarikan diri ke arah Cirebon.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang pengemudi Isuzu Elf Long, Agus Dwi Kuncoro meninggal dunia. Dan satu orang mengalami luka ringan bernama Aan Suratman (56 tahun), warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Tidak ada korban luka berat dalam peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Masih dikatakan Nandang, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi bersama warga sekitar langsung melakukan evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung turun ke lokasi untuk membantu evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara, serta mengatur lalu lintas,” jelas dia.
Ia menambahkan, saat ini kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi yang terlibat serta saksi-saksi di lokasi kejadian.
Polsek Krangkeng juga mengapresiasi kepedulian warga yang turut membantu proses evakuasi dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sigap membantu. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam penanganan kejadian di lapangan,” ucapnya. @safaro















