IKLAN
    • Advertorial
    • Kontak Kami
    Senin, November 9, 2026
    Harian Pelita News
    IKLAN
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Jadi Korban KDRT Malah Terancam Kode Etik, ASN Ini Bongkar Adanya Intimidasi Dari Disdikbud Kuningan

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Agustus 13, 2025
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KUNINGAN
    0 0
    0
    Jadi Korban KDRT Malah Terancam Kode Etik, ASN Ini Bongkar Adanya Intimidasi Dari Disdikbud Kuningan
    0
    BERBAGI
    45
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

     

    Pelita News | Kab. Kuningan – Seorang perempuan berinisial LN, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, mempertanyakan sikap profesional Disdikbud Kuningan. LN yang merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh mantan suaminya, AK, justru kini terancam dijerat sanksi kode etik.

     

    Dalam keterangannya, LN menyebut pihak Disdikbud Kuningan mengancam akan membawa kasusnya ke BKPSDM dengan dalih pelanggaran kode etik karena pernah melakukan pernikahan siri dengan AK. Bahkan yang melakukan pelaporan ke institusi tempat dirinya bernaung tidak lain adalah AK. Ia menduga kuat, AK telah melobi pihak Disdikbud dan menjadikan dirinya sebagai pihak yang dianggap bermasalah.

     

    “Saya ini korban KDRT, tapi kenapa justru saya yang ditekan dan diancam? Saya heran, kok bisa Disdik malah menyarankan saya kembali menikah dengan orang yang sudah menyakiti saya. Kalau tidak, katanya saya akan dikenai sanksi etik,” terangnya, Rabu (13/8/2025).

     

    Ia kembali menjelaskan, intimidasi tersebut bermula saat AK mengajukan surat mediasi ke Disdikbud tertanggal 2 Juli 2025 lalu. Namun, saat proses mediasi berlangsung, ia mengaku pihak Disdik terkesan lebih memihak AK, bahkan menyudutkan dirinya.

     

    “Saya bekerja di Disdikbud sejak 2007. Saya merasa tidak pernah melakukan kesalahan yang mencoreng institusi. Tapi sekarang saya malah merasa tidak dilindungi. Saya justru dipaksa tunduk dan kembali ke pelaku KDRT,” terang LN.

     

    LN pun berharap ada perhatian dari instansi yang lebih tinggi, termasuk dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atau kementerian terkait, agar kasusnya tidak berakhir pada ketidakadilan ganda: menjadi korban kekerasan dan menjadi korban sistem birokrasi.

     

    Lebih lanjut LN tegaskan tidak akan pernah menerima kembali permintaan rujuk AK sekalipun ditekan melalui sistem birokrasi. Ia justru siap menghadapi pemanggilan dari Dinas BKPSDM Kabupaten Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan indisipliner yang di ajukan oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan.

     

    “Saya siap menghadapi konsekwensinya dan siap menghadiri jadwal pemanggilan pemeriksaan di BKPSDM pada 21 Agustus 2024 nanti,“ tegasnya.

     

    Pada prinsipnya, LN tidak akan pernah mau kembali berumahtangga dengan AK. Bahkan kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami saat ini masih berproses di Unit PPA Polresta Cirebon dan akan terus berlanjut tanpa damai. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) tertanggal 11 Februari 2025, ia telah melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan AK pada Jum’at 7 Februari 2025 lalu sekira Pukul 22.30 Wib di dalam kamar rumahnya.

     

    “Saya akan tetap dengan pendirian saya sekalipun banyak intimidasi dari AK yang terus menerus mengganggu saya dan mengancam akan melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan saya,“ ucapnya.

     

    LN mengungkapkan berbagai alasan sikapnya yang tak lagi mau menerima kembali berumahtangga dengan AK. Selain tindakan KDRT yang ia alami, LN pun membuka tabir perilaku AK yang dianggap jauh dari kata suami baik. Seperti penipuan umroh gratis program Prabowo dengan korban lebih dari 30 orang, yang belakangan diketahui program umroh tersebut adalah fiktif. Selain itu, perilaku lainnya termasuk penipuan sertifikat dan bermain wanita lain.

     

    “Saya punya datanya dan berani membuka semuanya. Para korbannya pun pernah pada datang ke rumah saya. Jadi, heran saja ketika saya ingin lepas dari laki – laki seperti itu, tapi dari Disdikbud menekan saya untuk kembali menerima AK agar tidak terancam kode etik,“ ungkapnya.

     

    Saat di konfirmasi, Kanit PPA Polresta Cirebon, Iptu Yanti menjelaskan bahwa laporan perkara LN yang merupakan ASN dilingkungan Disdikbud Kuningan yang juga seorang pengusaha Rumah makan di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon masih dalam proses penyelidikan dan akan segera dilakukan gelar perkara.

     

    “Ya perkara LN sudah dilakukan penyelidikan, Insya Allah minggu ini kita jadwalkan untuk gelar perkaranya, jelasnya singkat. @Ries

    Tags: Ciayumajakuning
    Sebelumnya

    Konkab 2025, Caridin Terpilih Sebagai Ketua PGRI Indramayu

    Berikutnya

    Antisipasi Hama Tikus Bupati Lepaskan Ular Dan Burung Hantu ke Sawah, 

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Antisipasi Hama Tikus Bupati Lepaskan Ular Dan Burung Hantu ke Sawah, 

    Antisipasi Hama Tikus Bupati Lepaskan Ular Dan Burung Hantu ke Sawah, 

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Bengkak 100 Juta! Buntut Jaminkan Sertifikat Aset Desa, Eks Sekdes Curug Wetan Mundur Atau Terancam Pemecatan

    Bengkak 100 Juta! Buntut Jaminkan Sertifikat Aset Desa, Eks Sekdes Curug Wetan Mundur Atau Terancam Pemecatan

    Oktober 15, 2026
    Wisuda ke-78 UGJ Cirebon, 749 Lulusan Resmi Dilepas ke Masyarakat

    Wisuda ke-78 UGJ Cirebon, 749 Lulusan Resmi Dilepas ke Masyarakat

    Oktober 24, 2026
    BPD Ciawijapura Fiktif?! Tanda Tangan Warga Dipalsukan?! Aduan Warga Masuk Tahap Penyelidikan Unit Harda Polresta Cirebon 

    BPD Ciawijapura Fiktif?! Tanda Tangan Warga Dipalsukan?! Aduan Warga Masuk Tahap Penyelidikan Unit Harda Polresta Cirebon 

    Oktober 23, 2026
    Fatal! Tabrak Prosedur, Proyek Program Inpres BBWS Cimancis di Kecamatan Sedong Diduga Tak Kantongi SPK

    Fatal! Tabrak Prosedur, Proyek Program Inpres BBWS Cimancis di Kecamatan Sedong Diduga Tak Kantongi SPK

    Oktober 30, 2026
    Gelar Muscab di Graha Djoeang, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Cirebon Targetkan Lonjakan Kader Perempuan Menuju Pemilu 2029

    Gelar Muscab di Graha Djoeang, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Cirebon Targetkan Lonjakan Kader Perempuan Menuju Pemilu 2029

    November 8, 2026
    Dorong Pelayanan Publik Berkualitas, Bupati Indramayu Lucky Hakim Lantik 6 Camat

    Dorong Pelayanan Publik Berkualitas, Bupati Indramayu Lucky Hakim Lantik 6 Camat

    November 8, 2026
    Keluarga Korban Pembunuhan Anggap Ada beda Persepsi Dengan Polres Indramayu 

    Keluarga Korban Pembunuhan Anggap Ada beda Persepsi Dengan Polres Indramayu 

    November 8, 2026
    Sukses Gelar Milad ke-114, PCM Lemahabang Hadirkan Khitanan Massal dan Tabligh Akbar

    Sukses Gelar Milad ke-114, PCM Lemahabang Hadirkan Khitanan Massal dan Tabligh Akbar

    November 8, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Nuryadi warga Desa Ambulu Butuhkan Perhatian Pemerintah Kesembuhan Penyakitnya

      Nuryadi warga Desa Ambulu Butuhkan Perhatian Pemerintah Kesembuhan Penyakitnya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Sukses Gelar Milad ke-114, PCM Lemahabang Hadirkan Khitanan Massal dan Tabligh Akbar

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Keluarga Korban Pembunuhan Anggap Ada beda Persepsi Dengan Polres Indramayu 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Gelar Muscab di Graha Djoeang, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Cirebon Targetkan Lonjakan Kader Perempuan Menuju Pemilu 2029

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Program Milyaran Tematik Budidaya Ikan Dimulai di Desa Curug, 11 Desa di Susukanlebak Siapkan Lahan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (13,235)
    • EKONOMI & BISNIS (346)
    • INDRAMAYU (5,619)
    • INFORMASI (609)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (6,417)
    • KESEHATAN (87)
    • KOTA CIREBON (1,108)
    • KUNINGAN (158)
    • MAJALENGKA (84)
    • NASIONAL (674)
    • OLAHRAGA (49)
    • PEMERINTAH DAERAH (796)
    • TEKNOLOGI (115)
    • Uncategorized (1,075)

    Berita Terbaru

    Gelar Muscab di Graha Djoeang, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Cirebon Targetkan Lonjakan Kader Perempuan Menuju Pemilu 2029

    Gelar Muscab di Graha Djoeang, Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Cirebon Targetkan Lonjakan Kader Perempuan Menuju Pemilu 2029

    November 8, 2026
    Dorong Pelayanan Publik Berkualitas, Bupati Indramayu Lucky Hakim Lantik 6 Camat

    Dorong Pelayanan Publik Berkualitas, Bupati Indramayu Lucky Hakim Lantik 6 Camat

    November 8, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk