Pelita News I Indramayu – Gerak Cepat (Gercep) PT Pertamina Gas (Pertagas) dan Pertamina EP dalam menangani jaringan gas bumi yang mengalami kebocoran berbuah hasil. Pasalnya kurang dari dua jam kebocoran berhasil ditangani.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu 7 Juni sekira pukul 16.50 dan pukul 18.15 WIB aliran gas berhasil dihentikan dan titik kebocoran berhasil diamankan.
Dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026), diketahui, Tim Tanggap Darurat, yang terdiri atas personil Pertagas, Pertamina EP, Pertamina Patra Niaga (PPN) dan pihak kontraktor, langsung melakukan berbagai langkah penanganan kebocoroan, di antaranya perbaikan pipa, pengetesan keandalan fasilitas serta mengembalikan aliran gas ke kondisi normal seperti sebelumnya.
Selain itu, tim juga melakukan pengamanan area, serta berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan dan instansi berwenang setempat.
Upaya mitigasi juga dilakukan dengan dukungan tim pemadam kebakaran guna memastikan kondisi berlangsung selamat, aman dan terkendali. Dengan langkah penanganan yang tepat dan kolaborasi seluruh pihak, pada pukul 18.15 WIB aliran gas berhasil dihentikan dan titik kebocoran berhasil diamankan.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, mengatakan bahwa penanganan awal berhasil dilakukan dalam waktu sekitar 1,5 jam sejak kejadian teridentifikasi.
“Setelah titik kebocoran berhasil diamankan, tim gabungan langsung melakukan pengkondisian, evaluasi, perbaikan, dan pengujian fasilitas secara bertahap untuk memastikan keandalan operasi tetap terjaga,” ujar Sulthani.
Sulthani menegaskan bahwa kondisi di lapangan telah kembali normal sejak Selasa (9/6) pagi. “Saat ini operasi penyaluran gas telah berjalan normal setelah seluruh pekerjaan perbaikan berhasil diselesaikan. Tim terkait tetap melakukan pemantauan untuk memastikan sistem beroperasi secara optimal.
Sebagai bagian dari proses pemulihan kemarin, telah dilakukan penggantian pada segmen pipa yang mengalami kebocoran dan dilanjutkan uji tekanan (pressure test) secara bertahap untuk memastikan integritas, kekuatan, dan keandalan sistem perpipaan pasca perbaikan.
Seluruh proses pemulihan dilaksanakan bersama oleh Pertagas, Pertamina EP dan PPN guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional yang berlaku.
Pertagas, Pertamina EP dan PPN berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap kegiatan operasional maupun proyek yang dijalankan. Keselamatan masyarakat, pekerja, dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas perusahaan. @safaro















