Kabupaten Cirebon Pelita News— Setelah vakum selama 11 tahun, Turnamen Sepak Bola GAMA CUP 2026 akhirnya kembali bergulir di Lapangan Gama, Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Pembukaan turnamen berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 September 2026. Sebanyak 32 tim dari berbagai daerah ambil bagian, mulai dari wilayah Ciayumajakuning, Bandung, Jakarta, hingga Demak, Jawa Tengah.
Kembalinya GAMA CUP menjadi momentum kebangkitan olahraga sepak bola di Desa Tegalgubug Lor setelah lebih dari satu dekade tidak digelar.

Turnamen ini digagas oleh masyarakat Desa Tegalgubug Lor dengan dukungan Pemerintah Desa Tegalgubug Lor serta para sponsor. Dukungan sponsorship menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan turnamen kembali terlaksana dengan skala yang lebih besar.
Binatama Demak Menang 3-0 di Laga Pembuka yang mempertemukan Binatama Demak, Jawa Tengah, melawan Getah Bening dari Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun.
Binatama tampil dominan dan berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-0.
Tiga gol Binatama masing-masing dicetak oleh Fayi pada menit ke-16, kemudian Zudan pada menit ke-35 dan menit ke-50.
Kemenangan tersebut memastikan Binatama Demak melaju ke babak 16 besar GAMA CUP 2026.

Pembukaan GAMA CUP 2026 turut dihadiri Camat Arjawinangun, Kapolsek Arjawinangun, Danramil Arjawinangun, serta Kuwu Desa Tegalgubug Lor.
Dalam sambutannya, Kuwu Tegalgubug Lor menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan turnamen.
Ia berharap GAMA CUP 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses hingga pertandingan final.
Menurutnya, keberhasilan menghidupkan kembali turnamen setelah 11 tahun bukan pekerjaan mudah. Karena itu, kerja sama masyarakat, pemerintah desa, panitia, klub peserta, serta para sponsor sangat diperlukan.
Ketua Pelaksana GAMA CUP 2026, Khoirul Wildan, yang akrab disapa Eyung, dalam kesempatan tersebut diwakili oleh H. Juhadi.
Dalam sambutannya, H. Juhadi menyampaikan bahwa GAMA CUP 2026 bukan hanya milik panitia, tetapi merupakan kegiatan yang lahir dari semangat masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung GAMA CUP 2026. Terutama kepada Pemerintah Desa Tegalgubug Lor, para sponsor, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang ikut memberikan dukungan. Tanpa dukungan dan kepercayaan dari berbagai pihak, turnamen ini tentu tidak akan bisa kembali digelar setelah 11 tahun vakum.”
Panitia juga berharap dukungan para sponsor tidak berhenti hanya pada pembukaan, tetapi terus mengawal perjalanan turnamen hingga pertandingan terakhir.
“Kami ingin GAMA CUP bukan sekadar pertandingan sepak bola, tetapi menjadi ruang silaturahmi, hiburan masyarakat dan kebangkitan olahraga di Tegalgubug Lor. Karena itu kami mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga sportivitas dan menyukseskan turnamen ini,” lanjutnya.
Menariknya, panitia juga menyediakan tiket terusan khusus warga Desa Tegalgubug Lor.
Dengan harga Rp200 ribu, warga dapat menyaksikan seluruh pertandingan GAMA CUP 2026 sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah utama sepeda motor.
Program tiket terusan tersebut menjadi bentuk apresiasi panitia kepada masyarakat Tegalgubug Lor yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Lapangan Gama.
Selain menyaksikan pertandingan, masyarakat juga dapat ikut merasakan kemeriahan turnamen yang berlangsung selama lebih dari satu bulan tersebut.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa dan terutama para sponsor yang telah berkontribusi, GAMA CUP 2026 diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi sepak bola di Lapangan Gama.
32 tim telah datang. Pertandingan telah dimulai. Setelah 11 tahun tertidur, GAMA CUP akhirnya kembali.
Kini perjalanan menuju 27 September 2026 resmi dimulai.@tim
















