Pelita News | Cirebon Timur,-. Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) merupakan sebuah organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup komunitas difabel khususnya di Kabupaten Cirebon. Berkolaborasi dengan SIGAB Indonesia, salah satu program FKDC yang tengah dijalankan adalah SOLDIER – Strengthening Social Inclusion For Disability Equity and Rights (memperkuat inklusi sosial untuk kesetaraan dan Hak-Hak Disabilitas).
Program ini sendiri di rancang dan bertujuan untuk menciptakan inklusi sosial dan pemenuhan hak-hak kelompok penyandang disabilitas. Tujuannya agar meningkatnya akses difabel terhadap layanan publik seperti identitas kependudukan, layanan hukum, kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan dan yang lainnya. Tujuan utama dari adanya program ini adalah untuk meningkatkan partisipasi difabel dalam pengambilan keputusan dan pembangunan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses difabel terhadap pekerjaan dan pemulihan ekonomi pasca COVID-19, serta memperkuat partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan dan pembangunan.
Usai berlangsungnya acara Rapat Koordinasi Urgensi Pemutakhiran Data Difabel di Tingkat Desa yang digelar di salah satu rumah makan di Cirebon Timur, pada Senin (27/5), Ketua FKDC Kabupaten Cirebon, Abdul Mujib mengatakan, Program SOLDIER bertujuan untuk mendorong perubahan menuju masyarakat yang inklusif melalui pengembangan Desa Inklusi. Wilayah sasaran program khususnya di Kabupaten Cirebon ini mencakup Kecamatan Greged di Desa Durajaya, Desa Nanggela dan Desa Sindang Kempeng. Adapun di Kecamatan Lemahabang diantaranya Desa Lemahabang Wetan, Desa Tuk Karangsuwung dan Desa Leuwidingding. “Pendataan difabel merupakan langkah kunci dalam mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang mereka hadapi. FKDC telah membentuk tim enumerator yang akan bertugas mendata difabel di desa-desa intervensi untuk memastikan hak-hak mereka dapat terpenuhi,“ terangnya.
Lanjut dikatakan Abdul Mujib, dimata masyarakat, difabel sering kali dipandang sebagai orang cacat karena ketidakmampuan mereka dalam beraktivitas sehari-hari. Sehingga pandangan ini mengakibatkan mereka terisolasi dari kehidupan sosial. Namun, menurut model sosial, kondisi difabel sebenarnya disebabkan oleh lingkungan yang tidak mendukung. Untuk itu, dengan adanya kegiatan hari ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan dukungan pemerintah desa terhadap pendataan difabel dan dapat memperbarui data difabel di tingkat desa. “Alhamdulillah kegiatan hari ini dihadiri sebanyak 63 peserta yang terdiri dari berbagai perwakilan Pemerintah Desa dan anggota Masyarakat. Kami berharap segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan akan bermanfaat dan membuahkan hasil positif bagi berbagai unsur khususnya untuk para difabel,“ ujarnya.@Ries















