Indramayu, PN
Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi V Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII, Dedi Wahidi (Dewa) serta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI-Jakarta, Wilan meninjau sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Indramayu, kemarin.
Peninjauan proyek infrastruktur yang pengerjaannya langsung dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), diharapkan dapat membawa nilai tambah dan beragam manfaat bagi masyarakat Indramayu, khususnya dalam menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indramayu.
Berdasarkan rilis yang diterima di Diskominfo, Bupati Nina Agustina beserta rombongan meninjau Jembatan Gantung Sukawera, beberapa saluran irigasi di Losarang, serta drainase di Jalur Pantura Kandanghaur dan di Kecamatan Sindang.
Anggota DPR RI Komisi V Dewa menjelaskan, pengerjaan Jembatan Gantung Sukawera diproyeksikan selesai pada Desember 2021. Jembatan Gantung Sukawera yang panjangnya mencapai 120 meter dan lebarnya 1 meter ini, sumber anggarannya berasal dari pemerintah pusat program aspirasi DPR RI.
Menurut Dewa, Jembatan Gantung Sukawera yang melintasi Kali Cimanuk itu, nantinya akan menghubungkan 5 kecamatan sekaligus seperti, Kecamatan Kertasmaya, Bangodua, Tukdana Jatibarang dan Sukagumiwang.
“Saya minta Jembatan Gantung Sukawera pelaksanaannya dikebut, dilembur, dan diperkirakan pada akhir tahun ini dapat digunakan oleh masyarakat,” katanya.
Dedi merinci, sumber anggaran mencapai Rp9 miliar meliputi 2 titik pembangunan jembatan gantung. Menurutnya respon masyarakat sangat positif, sehingga setelah jadi, jembatan gantung ini perlu dirawat dan dijaga untuk tidak dilewati kendaraan roda empat yang melebihi beban muatan, demi awetnya bangunan jembatan tersebut.
“Saya pesan kepada pak kuwu dan tokoh masyarakat agar dirawat. Jangan sampai membolehkan kendaraan yang melampaui kapasitasnya, sehingga dapat merusak jembatan yang letaknya sangat strategis tersebut,” pesan dia.
Disamping itu, ucap Dedi, direncanakan akan dibangun juga jembatan yang berlokasi di Desa Bangodua Kecamatan Bangodua yang merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Jembatan yang digadang-gadang lebarnya 9 meter ini sangat penting dan sangat strategis, karena dapat menghubungkan antara Kecamatan Kertasmaya dan Kecamatan Bangodua. Ia berharap, dengan lebar jembatan sampai 9 meter, nantinya bukan hanya sekedar menjadi sarana transportasi, tetapi juga dapat membuka akses ekonomi dalam skala besar.
“Itu usulan dari Ibu Bupati Indramayu agar jembatan di Bangodua dapat memberi akses ekonomi yang lebih besar, karena lebarnya sampai 9 meter, dan jembatannya permanen. Saya minta segera dibuat usulannya, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera masuk,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Indramayu Nina Agustina mengungkapkan rasa terimkasihnya kepada Anggota DPR RI Dedi Wahidi yang terus bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mempercepat proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indramayu.
“Saya mengucapkan terimakasih atas aspirasi yang dibawa oleh anggota DPR RI Bapak Dedi Wahidi dan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang memperhatikan Indramayu. Semoga apa yang kita harapkan segera terealisasi dan semua bisa diperbaiki. Itu semua suatu perubahan untuk Indramayu,” ungkapnya.
Nina juga berpesan agar masyarakat turut berpartisipasi dalam pembangunannya, yakni dengan menjaga dan merawat hasil pembangunan yang sudah terealisasi, terutama untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Yang terpenting bisa dijaga oleh masyarakat. Terutama jembatan-jembatan yang istilahnya sudah diperbaiki jangan dilewati oleh kendaraan yang muatannya melebihi kapasitas jembatan. Mungkin nanti bisa dikasih patok supaya mobil berat enggak bisa lewat. Satu lagi saya berpesan agar jangan buang sampah secara sembarangan,” pintanya.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Jalan Nasional DKI-JawaBarat, Wilan memaparkan, sejumlah jalan nasional di Indramayu mengalami kerusakan termasuk yang menjadi perhatian kondisi drainase yang tersumbat akibat sampah dan terus dikebut pengerjaannya hingga tahun depan bisa selesai.
“Jalan nasional memang kalau kita lihat ada beberapa crossing yang mampet karena sampah. Nanti mungkin langkah pertama yang kita upayakan segera membersihkannya, kita lihat alirannya seperti apa, kalau memang harus dikasih sesuatu kita mencoba usahakan karena itu sudah tugas kita jalan nasional,” paparnya.
Terkait dengan pembangunan jembatan, pihaknya mengapresiasi dan menyatakan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, karena proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan.
“Kemudian untuk jembatan gantung, alhamdulillah. Ini dukungan dari Pemkab Indramayu luar biasa kita bekerja di sini tanpa kendala, sehingga in Sya Allah target Desember bisa diselesaikan,” lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan pengerjaan Jalan Nasional Lohbener- Indramayu yang panjangnya 6 kilometer diprediksikan selesai tahun depan. (saprorudin)















