Kabupaten Cirebon, PN
Masih terkait program pelatihan yang dilaksanakan oleh Yayasan berinisial Yayasan Al-I yang berdomisili diwilayah Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon, yang diduga kuat pelatihan tersebut bersumber anggaran dari dana Bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2022.
Pelatihan yang pernah dilaksanakan di aula kantor Balai Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon, dibenarkan oleh Kuwu Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon.
Menurut Saefudin Adiyansyah Kuwu Desa Susukan ketika ditemui Jurnalis Harian Pelita News Senin 31/10 mengatakan, Pemerintah Desa Susukan pernah dimintai oleh pengurus Yayasan Al Iman untuk Aula desa yang akan dipinjam untuk tempat pelatihan para santri saat itu.
“kalau tidak salah sih minggu yang lalu ada dari Yayasan Al Iman minta ijin tempat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dari Kempora, dan Kami mempersilakan aula atau gedung serba guna ini untuk pelatihan,”katanya.
Dipaparkannya, Aula yang dipinjamkan untuk tempat pelatihan, Saefudin Adiyansyah ucapkan, sesuaipermintaan Dia berikan ijin pelaksanaan yakni selama dua hari.
“kalau pelaksanaan sih dua hari, jum’at dan sabtu tapi pelaksanaannya hari sabtu,”ucapnya
Dirinya pun mengakui, saat pelaksanaan pelatihan Ia menghadiri secara langsung, namun Saefudin Adiyansyah mencetuskan pihaknya tidak menghadiri kegiatan tersebut hingga selesai kegiatan.
“Saya datang di Hari Sabtu, untuk kegiatan atau acaranya apa silakan saja tanykan ke panitia,”bebernya.
Tak hanya itu, Saefudin Adiyansyah juga tidak mengetahui berapa biaya yang dianggarkan dan sumber anggaran yang dikeluarkan, pasalnya mereka tidak termasuk dalam kepanitiaan maupun hal lainnya dari kegiatan itu.
“untuk teknis dan lainnya, Kami tidak tahu apa-apa hanya diminta untuk ijin tempat saja,”
Tak hanya itu, dia juga membeberkan untuk peminjaman aula Desa Susukan yang dijadikan pelaksanaan pelatihan oleh pihak Yayasan Al Iman, Saefudin Adiyansyah nyatakan pihaknya tidak menerima sepeserpun dari hasil peminjaman, dan hal itu disampaikannya murni dipinjamkan tanpa adanya embel-embel apapun yang dimintanya.
“gratis, tidak dimintai apa-apa, karena itu kan gedung serba guna milik masyarakat,”paparnya.
Ketika ditaanya mengenai jumlah santri yang hadir pada pelatihan tersebut Saefudin Adiyansyah merasa tidak mengetahui jumlah santri yang hadir saat itu, namun Dia ucapkan santri yang hadir diperkirakan kurang dari seratus santri.
“kalau Saya lihat santri yang hadir kurang dari 100, sekitar lima puluh lebihan,”sebutnya.(Sur)















