Pelita News, Indramayu – Pengelola Rumah Pustaka Indramayu, Saptaguna membeberkan alasan pihaknya menerbitkan buku puisi karya Muhammad Devana Fahrizal. Selain memperkenalkan sosok Rizal sapaan akrab Muhammad Devana Fahrizal ke publik sebagai seorang “motivator” juga mengenalkan Kota Mangga sebutan Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang memiliki banyak penulis.
Karena menurutnya, sebuah kota dikatakan beradab kalau banyak intelektualnya. Parameter intelektual itu banyak penulisnya.
Saptaguna mengatakan, sesungguhnya di Kabupaten Indramayu banyak penulis namun sayangnya tidak ada penerbit. Imbasnya, potensi penulis jarang terakomodasi padahal ada adegium, sebuah kota dikatakan beradab kalau banyak intelektualnya. Sementara parameter intelektual itu kalau di sebuah daerah banyak penulisnya.
Untuk mengetehaui disitu banyak penulisnya kata dia, maka disitu juga banyak penerbitnya.
“Di Indrmayu tidak ada penerbit adanya percetakan. Percetakan banyak tapi tidak menerbitkan buku,” kata Budayawan yang juga Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Indramayu ini usai peluncuran buku Puisi Tak Punya Nama, Kamis (12/01/2023).
Ia mengaku mempunyai kewajiban (fardu kifayah) atau harus ada orang yang menerbitkan karya-karya penulis salasatunya karya Rizal.
“Saya tertarik untuk menerbitkannya, kebetulan Rizal selain penulis juga disabilitas. Rizal konsisten, puisinya ada ratusan,” kata dia.
Awalnya ia berpikir banyak orang tidak tertarik dengan karya puisi Rizal, namun ia mempunyai prinsip yang penting karyanya diterbitkan dan ada dokumentasinya. Dokumentasi itu untuk memotivasinya agar terus berkarya.
“Diluar dugaan banyak yang pesan buku dan banyak peminatnya bahkan sebagai pemesan siap bayar dimuka melalui transfer,” ucapnya.
Ia berharap karya-karya para penulis Indramayu diterbitkan. (saprorudin)















