Kab. Cirebon, PN
Bertempat di Kantor Balai Desa Gunungsari Kecamatan Waled, Senin (1/3), Keluarga Besar Organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Cirebon serahkan paket bantuan sosial untuk para korban terdampak banjir di Kecamatan Waled. Pantauan PN, Korpri yang merupakan wadah organisasi yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, Pegawai BUMN dan BUMD tersebut nampak kompak secara bersama-sama turun langsung dengan melakukan prosesi penyerahan paket bantuan sosial. Dikesempatan penyerahan bantuan tersebut turut hadir Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, MM, Camat Waled, H. Khamim, SP, MM, Kapolsek Waled, AKP Nani Kusmayati, SH, Danramil 2008/Waled, Kapten Inf. Mulyanto dan Sekjen Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) yang juga merupakan Kuwu Cibogo Kecamatan Waled, Ahmad Hudori.
Usai memberikan bantuan, Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Cirebon, DR Iis Krisnandar, SH, CN mengatakan, penyaluran bantuan yang tengah dilakukan pihaknya tidak lain merupakan bentuk kepedulian Kopri Kabupaten Cirebon terhadap para korban banjir yang ada di Desa Gunungsari, Mekarsari, Karangsari dan sekitarnya. Diakuinya, meskipun bantuan tersebut memang tidak begitu banyak, tapi mudah – mudahan bisa bermanfa’at buat saudara-saudara yang terkena musibah. ”ini bentuk kepedulian Korpri Kabupaten Cirebon kepada saudara-saudara yang terkena bencana banjir, bantuannya memang tidak begitu banyak tapi semoga bermanfa’at,” tuturnya.
Iis pun berharap, karena banjir diwilayah ini terjadi di setiap tahun dan seperti rutinitas, maka perlu adanya solusi yang fokus untuk menanggulangi banjir agar tidak terulang kembali di tahun depan. Menurutnya, solusi yang pertama tentunya harus bekerjasama dengan Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kuningan untuk duduk bersama agar air dari wilayah Kuningan tidak langsung dikirim ke wilayah Cirebon yang lebih rendah, namun dilakukan upaya penahanan dihulu atau dengan melakukan reboisasi. ”Selain itu kapasitas saluran air yang sudah terjadi pendangkalan dan sudah tidak bisa lagi menampung tingginya debit air, tentunya agar pihak BBWS dan Pemda Kabupaten Cirebon melakukan normalisasi dan pembangunan tanggul yang permanen,” pungkasnya. (ries)















