Pelita News | Cirebon Kota — Pagi di Auditorium Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Sabtu (24/10/2026), bukan sekadar menandai berakhirnya perjalanan akademik. Di antara langkah para anggota senat, irama tarian, dan wajah-wajah yang menyimpan haru, ada 749 cerita tentang perjuangan yang akhirnya sampai di sebuah persimpangan bernama wisuda.

Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Periode Oktober 2026, atau wisuda ke-78 Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 749 wisudawan resmi ditetapkan sebagai lulusan dalam prosesi yang berlangsung di auditorium kampus tersebut.
Bagi sebagian orang, wisuda mungkin hanya seremoni akademik. Namun, bagi mereka yang mengenakan toga, hari itu adalah penanda bahwa sekian lama waktu yang dihabiskan untuk belajar, menghadapi ujian, dan menuntaskan tugas akhirnya telah bermuara pada satu pencapaian.
Prosesi dimulai dengan penjemputan anggota Senat UGJ yang diiringi tarian kontemporer dan tarian tradisional dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya UGJ.
Gerak tari menjadi pembuka yang mempertemukan semangat zaman dengan akar tradisi, seolah mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan dapat melangkah jauh tanpa harus kehilangan identitasnya.
Suasana semakin semarak ketika pembawa acara memandu rangkaian kegiatan menggunakan tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Cirebon, dan Bahasa Inggris.
Perpaduan bahasa tersebut menghadirkan warna tersendiri dalam perhelatan akademik itu, sekaligus menempatkan identitas lokal dalam ruang komunikasi yang lebih luas.
Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UGJ dikumandangkan, para hadirin mengheningkan cipta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muh. Rizal, mahasiswa Teknik Elektro, serta pembacaan doa.
Di tengah rangkaian yang berlangsung khidmat itu, Ketua Senat UGJ, Prof. Dr. Endang Sutrisno, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Sidang Terbuka Senat. Sejak saat itu, prosesi wisuda memasuki bagian utama: pengumuman dan penetapan para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Wakil Rektor UGJ, Dr. Surya Amami Pramuditya, S.Si., M.Si., membacakan Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai penetapan lulusan program Sarjana, Profesi, dan Magister pada wisuda ke-78.
Angka 749 menjadi catatan utama dalam wisuda kali ini. Para lulusan berasal dari sejumlah fakultas dan Sekolah Pascasarjana, dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyumbang lulusan terbanyak.

Berikut rincian lulusan UGJ pada Wisuda ke-78:
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB): 489 wisudawan
Fakultas Hukum (FH): 83 wisudawan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP): 77 wisudawan
Fakultas Teknik (FT): 45 wisudawan
Fakultas Pertanian (Faperta): 20 wisudawan
Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS): 18 wisudawan
Fakultas Kedokteran (FK): 9 wisudawan
Sekolah Pascasarjana: 8 wisudawan
Dengan jumlah tersebut, UGJ kembali melepas ratusan lulusan yang diharapkan mampu membawa pengetahuan dan kompetensinya ke tengah masyarakat, dunia kerja, maupun bidang pengabdian yang mereka pilih.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., serta Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Fagih, S.P., M.M., IPU., CIRR., ASEAN Eng.
Kehadiran pimpinan yayasan dan universitas turut menjadi bagian dari momentum akademik yang menandai keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.
Wisuda selalu menyimpan dua wajah sekaligus: perpisahan dan permulaan. Ada ruang kuliah yang akan ditinggalkan, ada kebiasaan yang perlahan menjadi kenangan, dan ada masa depan yang menunggu untuk dijalani dengan bekal ilmu serta keberanian mengambil keputusan.
Bagi 749 lulusan UGJ, ijazah bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan. Ia lebih menyerupai pintu yang terbuka menuju dunia yang menuntut bukan hanya kecerdasan, melainkan juga integritas, tanggung jawab, dan kesediaan untuk terus belajar.
Sebab, ukuran keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak berhenti pada banyaknya nama yang dibacakan dalam sidang senat. Nilainya juga akan terlihat dari apa yang dilakukan para lulusan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sabtu pagi itu, UGJ melepas 749 wisudawan. Mereka pulang membawa gelar, kenangan, dan harapan masing-masing. Setelah tepuk tangan mereda dan auditorium kembali lengang, kehidupan sesungguhnya menunggu di luar gerbang kampus—tempat ilmu diuji oleh kenyataan dan masa depan dibentuk oleh pilihan.@Bams













