Pelita News | Kab. Cirebon — Dalam rangka menguatkan identitas dan karakter budaya lokal, Yayasan Pendidikan Islam An-Nuur Pasaleman yang beralamat di Jalan Raya Utara Nomor 2 Desa Pasaleman Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menggelar workshop SEKOLAH BERBUDAYA bagi para guru TK, SMP, dan SMK An-Nuur Pasaleman, Rabu (8/7/2026).
Yayasan yang bergerak di bidang sosial non profit ini menjadikan kegiatan tersebut sebagai langkah awal penerapan Program POJOK BUDAYA yang akan dibudayakan secara resmi mulai Tahun Ajaran 2026-2027.
Workshop menghadirkan berbagai materi penting seputar kebudayaan. Di antaranya: Pengenalan UU Pemajuan Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan, 10 Obyek Pemajuan Kebudayaan, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, Data Pokok Kebudayaan, dan Indeks Pemajuan Kebudayaan.
Selain itu, peserta juga diberikan wawasan tentang Sekilas Tatar Sunda, Kalender Saka Sunda, dan Aksara Sunda. Materi pelestarian permainan tradisional juga menjadi sorotan melalui pemaparan peran Organisasi seperti KORMI, PORTINA, KPOTI, serta Komunitas seperti Komunitas Hong, Gudang Dolanan Indonesia, Kampung Dolanan, Kampung Hompimpa, Komunitas Temen Main, Traditional Games Return, dan Kampung Lali Gaget.
Menariknya, SMK An-Nuur Pasaleman dengan Program Studi Agribisnis Tanaman Perkebunan merupakan satu-satunya SMK di Kabupaten Cirebon yang berbasis Perkebunan. Di tingkat Jawa Barat sendiri, hanya ada 4 SMK yang memiliki basis keahlian di bidang Perkebunan. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi YPI An-Nuur dalam mencetak lulusan yang kompeten sekaligus berkarakter budaya.
Melalui program ini, YPI An-Nuur Pasaleman menargetkan terbentuknya ekosistem sekolah yang berkarakter budaya. Dua program utama yang akan digulirkan adalah Pojok Budaya sebagai ruang ekspresi dan pembelajaran budaya, serta Kamis Nyunda yang mewajibkan seluruh siswa-siswi untuk berpakaian dan berbahasa Sunda setiap hari Kamis.
Pembina Yayasan, Ir. H. Udin Wahidin Dana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. Menurutnya, program budaya harus dimulai dari lingkungan sekolah agar nilai-nilai luhur tidak tergerus zaman.
“Kami ingin anak-anak An-Nuur tidak hanya cerdas, tapi juga punya jati diri. Melalui Pojok Budaya dan Kamis Nyunda, kami berharap lahir generasi yang mencintai budaya Sunda dan Indonesia. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai yayasan sosial non profit untuk membangun karakter bangsa,“ ujarnya.
Lebih lanjut, H. Udin Wahidin Dana menegaskan bahwa YPI An-Nuur Pasaleman juga memiliki komitmen kuat dalam bidang pendidikan.
“Yayasan kami berniat membantu Pemerintah dalam Program 12 Tahun Wajib Belajar untuk Warga Pasaleman tanpa biaya. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Pasaleman yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi,“ tegasnya.
Pihak yayasan berharap, dengan adanya Pojok Budaya dan Kamis Nyunda, YPI An-Nuur Pasaleman dapat menjadi SEKOLAH BERBUDAYA yang tidak hanya unggul secara akademik dan vokasi, tetapi juga kuat dalam pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dan akses pendidikan yang merata.
“Tetap semangat. YPI An-Nuur Pasaleman BERBUDAYA,” menjadi semangat bersama seluruh civitas akademika untuk mengawal program ini hingga terlaksana,“ imbuh H. Udin Wahidin Dana. @Ries















