Pelita News | Lemahabang – Kecelakaan tunggal kembali terjadi pada Rabu malam, 24 Juni 2026, sekitar pukul 22:30 WIB di jembatan baru depan SMA Negeri 1 Lemahabang, Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang. Dua mahasiswi Institut Prima Bangsa Cirebon menjadi korban usai pulang kerja kelompok kuliah.
Kasatgas Desa Cipeujeuh Wetan, Rusjiono, menjelaskan kronologi kejadian. Usai kerja kelompok di wilayah Beber, kedua mahasiswi asal Kota Cirebon ini terlebih dahulu mengantar satu temannya di Kecamatan Lemahabang. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan pulang dari arah Selatan Lemahabang menuju Utara Kota Cirebon.
“Setibanya di jembatan depan SMA Negeri 1 Lemahabang, Fajar Rizky Nurfaidah yang mengemudikan Honda Beat merah tidak mengetahui medan dan terkejut dengan elevasi jembatan yang tinggi seperti ‘gejlugan’. Motornya terlempar dan keduanya mengalami luka-luka,” jelasnya.
Melihat kondisi pengemudi tidak sadarkan diri, Rusjiono segera membawa kedua korban ke RS UMC Astanajapura untuk pertolongan pertama. Karena khawatir benturan kepala dan kondisi Fajar Rizky Nurfaidah yang masih tidak sadarkan diri, korban dirujuk ke RS Gunung Jati Kota Cirebon.
“Selang tidak lama, Dina Lanovia Darma, pembonceng yang sempat diobservasi di RS UMC, lalu menyusul ke RS Gunung Jati,” terang Rusjiono, Kamis (25/6/2026).
Sejak Ada Proyek, Kecelakaan Sering Terjadi
Warga Cipeujeuh Wetan, Dewi, menegaskan jembatan baru ini jadi titik rawan kecelakaan. Padahal sebelum ada proyek pembangunan, jalur ini aman-aman saja.
“Rawan kecelakaan setelah adanya proyek pembangunan jembatan baru. Sebelumnya tidak ada kecelakaan seperti ini. Sekarang kontur naik-turunnya curam, tanpa rambu dan marka kejut. Malam hari pengendara yang belum hafal medan pasti kaget,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi jembatan ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan khususnya bagi pengendara sepeda motor yang belum hafal medan. “Di sini sudah sering kejadian sejak jembatannya baru. Kejadian semalam yang paling parah,” tambah Dewi.
Warga menuntut Pemda Kabupaten Cirebon, Dinas PUPR, dan pelaksana proyek segera bertindak:
1. Pasang rambu “Menanjak/Menurun Curam” + batas kecepatan 30 km/jam hari ini juga
2. Buat marka kejut/bump 50 meter sebelum jembatan
3. Tambah lampu PJU di sekitar dan titik lokasi jembatan
4. Evaluasi desain elevasi jembatan, landaikan tanjakan dan turunan
“Kami berharap ketinggian jembatan dapat dikembalikan seperti semula. Atau kemiringan tanjakan dan turunan lebih dilandaikan lagi untuk mengurangi dan meminimalisir kejadian serupa,” tegasnya.
Imbauan keras bagi pengendara: TKP jembatan depan SMA Negeri 1 Lemahabang resmi zona merah. Hafalkan medan, turunkan kecepatan maksimal 30 km/jam, jangan kebut sebelum rambu terpasang.
Merespon banyaknya aduan dan insiden kecelakaan akibat kondisi jembatan yang terbilang baru saja rampung dikerjakan, Kabid Bina Marga DPUTR Kabupaten Cirebon, Reza Fauzi mengakui pihaknya sudah mengusulkan untuk perubahannya.
“Insya ALLAH kami juga sudah usulkan untuk di perubahannya dan mudah-mudahan bisa di realisasikan,“ pungkasnya. @Ries















