Pelita News I Indramayu – Suasana yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan dan rasa haru berubah menjadi duka mendalam di kediaman Hj Kunengsih (69), seorang jemaah haji asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kunengsih dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat Saudi Arabia dengan nomor penerbangan SV5185, dalam perjalanan pulang dari tanah suci menuju tanah air pada Selasa (16/6/2026).
Keluarga besar yang semula sudah berkumpul dan bersiap mendengarkan cerita ibadah selama di Tanah Suci, kini justru diselimuti air mata.
“Harusnya sekarang lagi cerita sama anak cucu, tapi justru dapat kabar seperti ini,” ujar keponakan almarhumah, Darsono dilansir dari kompas.com, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, jenazah Kunengsih mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada pukul 14.20 WIB siang tadi.
Setelah proses pendaratan, jenazah terlebih dahulu dibawa ke RSUD Cideres untuk penanganan awal, sebelum akhirnya diantar menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka yang berlokasi di Blok Pasar Senggol, Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.
Tangis keluarga pun seketika pecah saat jenazah almarhumah tiba.
“Almarhumah meninggal di usia 69 tahun, beliau meninggalkan dua anak dan dua cucu,” kata Darsono.
Darsono menceritakan, Kunengsih menunaikan ibadah haji seorang diri. Walaupun ketika mendaftar haji tahun 2014 lalu, ia mendaftar bersama suaminya.
Namun dalam perjalanannya, Kunengsih bercerai dengan sang suami, dan mantan suaminya tersebut kini telah meninggal dunia.
“Jadinya sendiri waktu berangkat haji,” terangnya.
Darsono tidak menampik bahwa kabar duka yang mendadak ini membuat perasaan keluarga campur aduk antara terkejut dan sedih yang mendalam.
Kedua anak almarhumah yang tinggal di luar kota bahkan sudah sengaja datang ke Indramayu untuk menyambut kepulangan ibu tercinta mereka.
“Kami juga tidak memiliki firasat apa pun soal kejadian ini, begitu dapat kabar kami juga kaget,” ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan Darsono, kondisi kesehatan Kunengsih memang sempat menurun saat berada di tanah suci dan sempat menjalani perawatan medis di sana.
Selama di sana, pihak keluarga yang khawatir juga rutin menjalin komunikasi dengan almarhumah.
Hingga akhirnya tiba waktu kepulangan ke Indonesia, kondisi kesehatan Kunengsih kala itu berangsur membaik. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir, almarhumah juga dinyatakan sehat dan laik untuk terbang.
Meski diselimuti duka, Darsono dalam hal ini mengaku ikhlas dan bersyukur karena di tengah keterbatasan fisiknya, sang bibi diketahui berhasil menyelesaikan seluruh rukun dan rangkaian ibadah haji.
“Mohon doanya semoga almarhumah husnul khatimah,” ucap Darsono.
Kedatangan jenazah Kunengsih di rumah duka sore hari ini turut didampingi langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, beserta jajarannya.
Boy menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami datang ke sini sekaligus untuk bertakziah ke keluarga Ibu Kunengsih, jemaah haji asal Indramayu yang tergabung dalam kloter KJT-21,” kata Boy.
Boy membenarkan bahwa Kunengsih mengembuskan napas terakhirnya saat berada di dalam pesawat menuju Tanah Air.
Ia menegaskan, sebelum terbang, almarhumah telah melewati prosedur pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan dan saat itu dinyatakan memenuhi syarat untuk penerbangan.
“Kalau beliau dinyatakan tidak laik terbang sesuai peraturan, beliau akan tinggal dan dirawat terlebih dahulu. Akan tetapi saat itu, Ibu Hj Kunengsih ini dinyatakan sehat dan laik untuk terbang,” jelasnya.
Boy juga memastikan bahwa seluruh kewajiban ibadah haji almarhumah telah selesai ditunaikan dengan baik.
“Dan insya Allah Ibu Hj Kunengsih ini telah selesai menjalankan semua rangkaian hajinya, insya Allah telah dilaksanakan dengan baik dan semoga menjadi haji yang mabrur,” pungkas Boy. @safaro















