Pelita News | Lemahabang – SMK Muhammadiyah Lemahabang kembali menggelar penyembelihan hewan Qurban berupa 39 ekor kambing dan 1 ekor sapi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di padepokan Muhammadiyah Lemahabang ini menjadi wujud syiar Idul Adha sekaligus sarana pendidikan karakter bagi siswa-siswi.
Seluruh hewan qurban merupakan hasil infaq dan donasi warga Muhammadiyah yang dikumpulkan melalui Program Qurban. Daging qurban kemudian dibagikan langsung kepada warga kurang mampu yang berada di sekitar SMK Muhammadiyah Lemahabang agar manfaatnya tepat sasaran.
Ketua Panitia Qurban SMK Muhammadiyah Lemahabang, Anang Saepul Malik, S.Pd I menyampaikan, kegiatan ini sengaja melibatkan siswa-siswi sekolah sebagai upaya mendidik dan memberikan pelajaran tentang makna berqurban.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu teori, tapi juga merasakan langsung proses dan nilai di balik ibadah qurban. Ini bagian dari pembelajaran keikhlasan, gotong royong, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Qurban merupakan bagian dari ibadah umat Muslim yang hukumnya sunnah muakkad bagi yang mampu. Ibadah ini dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dengan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Selain bernilai spiritual, qurban juga memiliki dimensi sosial. Pembagian daging qurban menjadi sarana pemerataan dan solidaritas, terutama bagi warga prasejahtera yang jarang mengonsumsi daging,“ kata Anang.
SMK Muhammadiyah Lemahabang berharap kegiatan qurban ini dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan siswa. “Semoga setiap tahun semangat qurban ini terus hidup dan menjadi bekal moral bagi generasi muda,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, siswa dilibatkan mulai dari pendataan penerima, proses penyaluran daging, hingga pendokumentasian. Tujuannya agar mereka memahami bahwa berbagi adalah bagian dari iman dan tanggung jawab sosial.
Pembagian daging dilakukan secara tertib dan diprioritaskan bagi warga dhuafa, janda, lansia, dan keluarga kurang mampu di sekitar sekolah. @Ries















