
Pelita News | Cirebon Timur – Operasi pencarian dua pelajar yang tenggelam di Sungai Cisanggarung, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, resmi ditutup Jumat pagi (24/4). Korban pertama Ahmad Ahmad Aditia (15), pelajar SMP PGRI Babakan asal Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan, ditemukan Kamis malam (23/4/2026) sekitar Pukul 21.30 WIB dalam kondisi mengambang sekitar 100 meter dari titik awal tenggelam di Desa Waled Desa.
Selanjutnya, korban kedua Dani Hakim (15) pelajar asal Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan, ditemukan Jumat pagi (24/4) pukul 05.40 WIB dalam kondisi mengambang di aliran Sungai Cisanggarung wilayah Desa Waled Kota, sekitar 5 km dari TKP. Dengan ditemukannya korban kedua, seluruh korban tenggelam yang dilaporkan sejak Rabu (22/4) telah berhasil dievakuasi.
Kronologi Penemuan Kedua Korban
Korban Pertama Ahmad Aditia (15), pelajar SMP PGRI Babakan asal Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan, ditemukan Kamis malam (23/4/2026) mengambang sekitar 100 meter dari titik awal tenggelam di Desa Waled Desa. Penemuan berawal dari kecurigaan warga saat pemantauan malam hari.
“Awalnya kami kira itu kantong plastik, tapi setelah disorot senter bersama-sama, terlihat seperti rambut. Dari situ mulai yakin itu jasad korban,” ujar Wana, saksi mata warga Desa Serangwetan, Kecamatan Babakan.
Evakuasi sempat terkendala tebing curam dan gelap. Jasad korban kemudian dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Waled ke RSUD Waled.
Korban Kedua Dani Hakim (15), pelajar asal Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan, ditemukan Jumat pagi (24/4) pukul 05.40 WIB dalam kondisi mengambang di aliran Sungai Cisanggarung wilayah Desa Waled Kota, sekitar 5 km dari TKP.
Berdasarkan laporan Tim Gabungan, evakuasi dilakukan pukul 06.00 WIB dan jenazah langsung dibawa ke RSUD Waled. Setelah itu, pukul 07.30 WIB dilakukan mobilisasi peralatan SAR. Operasi resmi ditutup melalui apel penutupan pukul 08.00 WIB yang dipimpin Danposal Gebang Lettu Laut (S) Nurhayat.
Operasi SAR dipimpin langsung oleh Danposal Gebang Lettu Laut (S) Nurhayat, melibatkan TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan masyarakat.
Hari pertama pencarian, Kamis (23/4), dimulai pukul 07.00 WIB dengan penyisiran menggunakan perahu karet dan alat selam. Penyisiran dihentikan pukul 17.00 WIB karena gelap, namun sebagian personel tetap berjaga dan menyisir dari bantaran sungai menggunakan senter hingga Ahmad Aditia ditemukan malam hari.
“Pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur dan peralatan SAR,” kata Lettu Laut (S) Nurhayat.
Pencarian dilanjutkan Jumat dini hari dan korban kedua berhasil ditemukan pukul 05.40 WIB. Dengan demikian, operasi SAR dinyatakan selesai.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya anak – anak dan pelajar, untuk tidak bermain di aliran Sungai Cisanggarung mengingat arus sungai deras dan banyak titik dalam yang membahayakan. @Ries














