“Penguatan mesin politik mulai digerakkan. PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon resmi memasuki babak baru setelah kepengurusan periode 2025–2030 resmi menerima SK, dengan target ambisius yang langsung mencuri perhatian publik.”
Cirenonkab | Pelita News – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon periode 2025–2030 resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang diserahkan melalui perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat. Prosesi tersebut berlangsung di GOR Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kamis malam (23/4/2026).

Tak sekadar seremoni, agenda ini dirangkai dengan pendidikan politik serta rapat konsolidasi internal partai. Sejumlah pengurus penting hadir, mulai dari jajaran DPD Jawa Barat, pengurus DPC, hingga pimpinan PAC se-Kabupaten Cirebon. Kegiatan juga disertai aksi sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar, menambah nuansa kedekatan dengan warga.
Perwakilan DPD Jawa Barat, Bambang Mujiarto, menegaskan bahwa penyerahan SK ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali kekuatan mesin partai secara menyeluruh.
“Momentum ini menjadi titik awal memastikan seluruh struktur bergerak optimal. Targetnya jelas, mempertahankan kekuatan politik di Kabupaten Cirebon sekaligus terus menghadirkan kerja nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program serupa akan digelar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Tak hanya fokus pada konsolidasi politik, kegiatan tersebut turut dibarengi aksi sosial seperti bedah rumah dan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Rudiana, menyambut penuh optimisme pengukuhan kepengurusan baru ini. Menurutnya, konsolidasi menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Kekompakan dari tingkat bawah hingga DPC menjadi kunci. Kami yakin partai akan semakin solid dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang,” kata Rudiana.
Lebih jauh, ia mengungkapkan target besar yang tengah dipersiapkan, yakni meraih 18 kursi legislatif pada Pemilu 2029—atau 2031 jika terjadi penundaan—serta mempertahankan posisi kepala daerah.
“Dengan komunikasi yang kuat, baik internal maupun dengan masyarakat, kami optimistis target tersebut bisa tercapai. Dukungan masyarakat menjadi energi utama kami untuk terus bergerak,” pungkasnya.@Bams















