Pelita News I Indramayu
Sejumlah masyarakat tambak yang tergabung pada organisasi Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu ( kompi ) menolak rencana program strategis Nasional (PSN) terkait revitalisasi tambak pantura , hal ini di ungkapkan pada saat melakukan audensi dengan pimpinan DPRD Indramayu , Senin (06/04/26)
Audensi tersebut bukan saja komunitas Kompi , melainkan kepala dinas perikanan dan kelautan , perhutani KPH kabupaten Indramayu , Asisten perkonomian dan pembangunan Setda indramayu, kompi secara tegas menolak program PSN revitalisasi tambak pantura karena dianggap akan menyengsarakan masyarakat , karena masyarakat pesisir sudah puluhan tahun mengelola tambak bahkan menjadi sumber kehidupan turun temurun.
Menurut sekretaris kompi , Labib , mengatakan program PSN dianggap ada yang salah dalam melakukan survei ke para petani tambak, pemerintah menganggap lahan tambak yang sudah puluhan tahun di garap dinyatakan lahan tidak produktif , bahkan saat melakukan pematokan tidak ada pemberitahuan kepada warga penggarap khususnya di wilayah pesisir Indramayu. ” Kami memandang hasil survei yang dilakukan oleh pemerintah adalah hal keliru , yang menyatakan. Lahan tidak produktif, padahal sejak puluhan. Tahun lahan tersebut sangat produktif ” ujar labib
Labib menambahkan, jika hal ini pemerintah terus memaksakan program PSN Revitalisasi tambak pantura , warga tidak akan diam , apalagi pada saat melakukan pematokan ke lahan tersebut tanpa ada kordinasi dan atau ikin dari pengelola tambak ” Kompi menilai ada unsur kesengajaan untuk menyengsarakan rakyat , jika hal ini pihak pemerintah tetap melakukan program PSN , maka untuk aksi lanjutan akan tertuju di gedung dewan ” ujar dia lagi
Masyarakat pesisir buka. Saja hanya mengelola lahan tambak , melainkan di wilayah kecamatan Losarang terdapat masyarakat yang memproduksi garam , sedangkan petani garam di wilayah kecamatan Losarang sebanyak 500 orang, Dengan demikian jika persoalan PSN tersebut tidak diselesaikan secara baik baik, maka angka pengangguran akan makin bertambah .
” Kami pastikan jika program PSN tetap dipaksakan maka , warga masyarakat pesisir akan melakukan aksi yang lebih besar lagi ” pungkas Labib (Duliman )















