Pelita News Cirebon Timur — Tak sebatas mengkaji pelajaran agama di lingkungan sekolah, para siswa SMA Negeri 1 Astanajapura, Kabupaten Cirebon juga dibekali pemahaman karakter yang kuat untuk menjaga lingkungan hidup. Melalui Program Pesantren Ekologi Ramadhan, menuntun kegiatan berpedoman pada nilai Panca Waluya untuk meningkatkan iman serta mengeratkan hubungan antara lingkungan dan sesamanya.
Di momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H, SMA Negeri 1 Astanajapura melaksanakan kegiatan yang memadukan pesantren kilat dengan pendidikan spiritual berbasis pelestarian lingkungan. Program yang diluncurkan Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) ini bukan hanya tentang memahami teori, tetapi tentang membentuk kesadaran dan karakter.
Kepala SMA Negeri 1 Astanajapura, H. Haerudin, S.Pd mengatakan, dari sini siwa — siswi belajar bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Siswa — siswi tidak hanya mendalami ilmu keagamaan untuk memahami syariat, tetapi juga merefleksikan bagaimana ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian lingkungan (ekologi).
“Menjaga alam bukan sekadar tren, tapi bagian dari menjalankan amanah agama. Setiap ayat, setiap penjelasan, menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian dari akhlak dan tanggung jawab bersama,“ terangnya.
Menurutnya, tujuan dari kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan ini untuk meningkatkan iman dan membangun hubungan erat antara lingkungan hidup dan para generasi muda. Program ini bukan sekadar teori di dalam kelas, para peserta didik pun melakukan praktik langsung. Seperti pengelolaan sampah dan membersihkan lingkungan atau area sekolah, penghijauan, hingga menjaga kebersihan sanitasi lingkungan.
“Pesantren Ekologi Ramadhan adalah sebuah program keagamaan khusus di bulan suci yang mengintegrasikan pendidikan spiritual Islam dengan kesadaran menjaga ekosistem,“ jelas Haerudin.
Haerudin kembali menegaskan, pelaksanaan Program Pesantren Ekologi bertujuan juga untuk merespons berbagai isu lingkungan aktual yang tengah dihadapi masyarakat. Dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin”, para siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara religi, tetapi juga memiliki empati kosmik terhadap sesama makhluk hidup.
“Program ini memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan program Ramadhan pada umumnya. Fokus utamanya adalah membentuk pribadi yang harmonis dengan Tuhan dan lingkungan sekitar,“ ungkapnya.
Melalui program yang inklusif dan berkelanjutan, ia berharap kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan dapat menumbuhkan generasi yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam merawat bumi sebagai bentuk amanah bersama.
“Dengan membawa konsep ini ke dalam kegiatan pesantren, siswa diharapkan paham bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman,“ imbuh Haerudin, Sabtu (28/2/2026).
Perlu diketahui bersama, tujuan utama Pesantren Ekologi Ramadhan selain meningkatkan iman dan takwa, yakni pembelajaran spiritual dan alam, meliputi tadabbur alam, pelafalan serta pemahaman ayat atau hadits tentang pelestarian lingkungan. Ada juga aksi nyata seperti menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan pengelolaan sampah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Pesantren Ekologi Ramadhan menekankan aksi konkret pelestarian alam, kepedulian sosial, serta internalisasi nilai-nilai karakter siswa, Adapun sejumlah kegiatan pembinaan keagamaan siswa selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah di antaranya meliput Tadarus Al-Qur’an, Shalat Dhuha, Kultum, hingga Shalat Dhuhur berjama’ah.
SMA Negeri 1 Astanajapura berharap dengan Program Pesantren Ekologi Ramadhan 2026, mampu melahirkan generasi religius yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga menjadi pelopor pelestarian lingkungan di tengah masyarakat. @Ries















