Pelita News I Indramayu – Suara kentongan disertai jeritan minta tolong bertalu-talu, alarm tanda bahaya itu dibunyikan untuk mengingatkan warga agar waspada seiring meningkatnya debit sungai Cimanuk – Rambatan di Blok Bangkir Pulo Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/1/2026) sore.
Imbas suara kentongan itu, warga di Blok Bangkir Pulo Desa Rambatan Kulon dan warga Blok A serta B, Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang panik. Warga berusaha mengamankan dokumen penting dan harta berharga lainnya ke tempat aman atau tempat yang lebih tinggi.
Ironisnya, meski merasa panik, lokasi suara kentongan menjadi tempat ‘wisata’ dadakan karena ramai didatangi warga, mereka melihat lokasi tanggul jebol dan warga yang berjibaku menutup tanggul jebol, tanpa memikirkan bahaya jika tanggul itu tidak mampu ditanggulangi.
Sementara itu, dalam laman facebook, Angga Yanuar, warga berjibaku menutup tanggul jebol dengan karung berisi tanah.
Juhaeriyah, sala satu warga Blok B, Desa Rambatan Wetan tergopoh-gopoh menyelamatkan dokumen-dukumen penting ke atas lemari. Upaya tersebut, sebagai langkah sedia payung sebelum hujan.
“Alhamdulilah berkat kesigapan warga dalam menutup tanggul jebol Sungai Cimanuk Rambatan di Blok Bangkir Pulo Desa Rambatan Kulon, wilayahnya kini aman dan terkendali, sekarang air sungai sudah surut. Terima kasih bapak dan ibu yang telah berjibaku menutup tanggul jebol,” kata Juju, sapaan akrabnya.
Pantauan di lapangan, sebagian tanggul di Blok Bangkir Pulo sudah diperbaiki dengan tanggul panahan tebing dari beton, hanya saja, sekarang ada sebagian beton yang mengelupas. @safaro















