Kabupaten Cirebon Pelita News
Pelaksanaan pekerjaan penataan kawasan kumuh kawasan Desa Sarabau Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon yang diduga dilaksanakan oleh CV.Cikidanb Ratu Kencana telah selesai dilaksanakan pada tahun 2024 lalu, pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp.199.500.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon tahun 2024.
Namun setelah selesai pelaksanaan pekerjaan masih diduga masih menyisakan masalah yang harus dipertanggungjawabkan, pasalnya dari beberapa item pekerjaan yang telah selesai masih terdapat dugaan kuat jasa pekerjaan belum dibayar hingga saat ini, padahal pekerjaan telah selesai dan hampir bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.
Salah satu pekerja yang namanya minta dirahasiakan mengaku hingga saat ini masih terdapat nilai yang cukup besar yang diduga kuat belum dibayarkan oleh pihak oknum perusahaan yang mendapatkan tender pekerjaan tersebut.
“Iya betul Pak belum dibayar,”katanya Kamis 10/07.
Melalui percakapan via WhatsApp Ia sebutkan oleh pihak perusahaan sudah dialokasikan, namun hingga saat ini masih menyisakan sejumlah uang yang belum ia terima dari hasil pekerjaannya di proyek itu.
“kalau di perusahan bilang ke saya sudah dialokasikan semua, (B) ke saya nya gak menyelesaikan pak,”paparnya.
Ia menjelaskan nilai pekerjaan yang Ia terima dari pihak perusahaan dan telah disepakati bernilai Rp.14 juta, namun dari nilai yang ia sepakati sampai saat ini uang yang Ia terima senilai Rp.5 juta, sehingga Ia masih berharap penuh sisa pembayaran senilai Rp.9 juta yang belum dibayarkan oleh oknum perusahaan.
“nilai bor yang di sepakati dengan oknum (B) Rp.14 juta pak, itu dengan pralon, pompa dan asesoris juga, Saya baru di titip Rp.5 juta untuk bayar matrial pralon dan pompa, itu juga masih blm bisa menutup ke matrial, sisa yang belum di alokasikan Rp.9 juta,”jelasnya pada percakapan Via WhatsApp.
Sejak melaksanakan pekerjaan ditahun 2024, Ia bersama timnya hingga saat ini masih menunggu sisa pembayaran yang belum dibayarkan oleh oknum perusahaan yang memenangkan pekerjaan tersebut, bahkan Ia juga mengaku bukan hanya dirinya, tim sepekerjanya saat itu juga bersama keluarga masih mengharapkan sisa pembayaran yang belum dibayarkan.
“kerja bor di tanggal 23 september 2024 pak, tim bor bekerja di tunggu istri dan keluarga dengan harapan pulang dapat nafkahnya suami yang bekerja pak, ketika bekerja tidak dapat bayaran giman ceritanya, yang nunggu dirumah pastinya kecewa pak,”keluhnya.(Sur)















