Pelita News | Cirebon Timur – Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon melaksanakan kunjungan kerja (kunker) dengan meninjau kondisi infrastruktur jalan di Sedong Kidul Nagrak – Karangwuni Lojikaum yang sudah mengalami rusak berat dan perlu penanganan konkrit. Blok Nagrak Desa Sedong Kidul dan Blok Lojikaum Desa Karangwuni, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon merupakan dua Dusun yang terisolir dan berada jauh dari pusat pemerintahan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Kalimati, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Fraksi Golkar, Diah Irwany Indriyanti, S.A.P., M.H mengatakan, kegiatan kunker yang hari ini dilaksanakan bersama Pemdes Sedong Kidul, Pemdes Karangwuni, Camat Sedong, Koramil Lemahabang dan Polsek Sedong karena sebelumnya mendapat informasi dari Pemdes dan masyarakat setempat terkait kondisi infrastruktur dan beberapa peristiwa longsor.
“Setelah kita tinjau ternyata betul lokasinya rusak parah dan beberapa kali terjadi longsor. Ada 3 jembatan yang perlu segera penanganan khusus karena longsor ini kebencanaan maka bisa kita hantarkan dan seriusi pada rapat nanti dengan gabungan instansi terkait supaya segera mendapat realisasi pembangunan,“ ujarnya.
Diah pun berterimakasih kepada Pemdes dan Forkopimcam yang begitu peduli pada lingkungannya sehingga pihaknya dapat diberitahukan sesegera mungkin sehingga dapat meninjau langsung pada agenda kunker hari ini yang dipimpin langsung Ketua Komisi III, Anton Maulana, ST bersama seluruh anggota lainnya.
“Mudah-mudahan melalui BTT (Biaya Tidak Terduga) atas kebencanaan ini dapat terealisasi pembangunannya sehingga akses yang menghubungkan Kabupaten Cirebon – Kabupaten Kuningan segera dapat dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat,“ tuturnya.
Menurutnya, terhitung ada ratusan KK yang berdomisili dan tinggal di daerah pedalaman ini, sehingga patut segera mengambil langkah preventif dan tindakan pembangunannya. Termasuk persoalan jalan, DPUTR tentunya harus menindaklanjutinya.
“Disini juga terdapat sepadan Sungai Cigarugak, Sungai Cikiray dan Kalimati, disitu kita temukan beberapa situasi dan kondisi yang memang tidak bisa ditanggulangi biasa dan harus menggunakan teknologi canggih. Sehingga alokasi pembangunannya pun bisa terjaga dengan baik,“ pungkasnya.
Adapun langkah konkretnya, Diah mengungkapkan, yang pertama pihaknya akan melakukan rapat secara serius untuk di sampaikan ke Bappelitbangda terutama Bupati dan wakilnya supaya mendapat perhatian yang pasti dan harus sesegera mungkin Bappelitbangda alokasikan dananya.
“Bupati juga harus mendorong memerintahkan tim teknis untuk segera mengambil langkah perbaikan untuk pengamanan agar supaya akses jalan perekonomian masyarakat, kegiatan sekolah dan perkantoran tidak terhambat dan tidak terganggu karena tidak adanya akses jalan yang bisa dilalui dengan layak,“ paparnya.
Diah pun memastikan akan merealisasi pembangunan di Blok Nagrak Desa Sedong Kidul dan Blok Lojikaum Desa Karangwuni Kecamatan Sedong. Diakuinya, Kabupaten Cirebon memiliki anggaran yang cukup untuk perbaikan maupun pembangunan, untuk itu pihaknya juga akan mendorong Gubernur Jawa Barat (KDM) yang sudah menyampaikan informasi adanya alokasi anggaran 197 M bagi perbaikan infrastruktur jalan dapat segera di kucurkan untuk Kabupaten Cirebon.
“Kita akan utamakan Infrastruktur jalan agar segera di alokasi dan diturunkan ke kabupaten Cirebon. Supaya ada shering produk untuk pembiayaan ini, antara APBD kabupaten dan APBD Provinsi Jawa Barat. Satu lagi, terkait persoalan Rutilahu yang roboh di Blok Nagrak Desa Sedong Kidul dan Rutilahu di Desa Munjul kita pastikan akan direalisasi,“ imbuhnya.
Realisasi Rutilahu Nagrak dan Munjul.
Kegiatan Kunker Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon di Blok Nagrak Desa Sedong Kidul dan Blok Lojikaum Desa Karangwuni Kecamatan Sedong diantaranya dihadiri Anton Maulana, H. Asep Zaenudin, Diah Irwany Indriyanti, S.A.P.,M.H, Dara Darmanto, Anton Maulana, H. Mahmud Jawa, SH, H. Darusa,SH, Solekha,S.AK didampingi TA, Gunawan. @Ries















