Pelita News | Kabupaten Cirebon – Dalam upaya meningkatkan peran dan menarik perhatian terhadap Museum Pangeran Cakrabuana, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Benda Pusaka Gaman Cirebon. Acara yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus 2024, diadakan di Museum Pangeran Cakrabuana, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Drs. H. Abraham Muhammad M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, bersama Kepala Bidang Kebudayaan H. Sumarno S.Pd, mengungkapkan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya kebudayaan dan mempromosikan isi museum. “Acara ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat perlindungan dan penyelamatan benda-benda pusaka serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai budaya materiil dari masa lalu,” ujar Abraham dalam sambutannya.

Mengusung tema “Gaman Cirebon,” seminar ini fokus pada benda-benda pusaka dan peran penting museum dalam melestarikan warisan budaya. Narasumber terkemuka seperti Gunawan W, yang ahli dalam pamor dan ukiran keris serta tombak, serta Agus Rosi, yang berpengalaman dalam peklamben (tempat penyimpanan benda pusaka), turut berkontribusi dengan penjelasan mendalam dan diskusi interaktif.
Ramdani membagikan wawasan mengenai sejarah umum benda gaman Cirebon, sementara H. Toto Sugiarto, seorang seniman dan budayawan Cirebon, memoderasi sesi dengan bijak. Peserta, termasuk sekitar 75 guru sejarah dari tingkat SMP, memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan para ahli.
Abraham menekankan bahwa seminar ini tidak hanya bertujuan untuk mendalami benda pusaka, tetapi juga untuk memperluas pengetahuan guru sejarah dan masyarakat. “Kami berharap seminar ini bisa menjadi platform yang bermanfaat untuk memahami dan melestarikan seni dan budaya Cirebon,” tambahnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk terus melestarikan dan mempromosikan seni dan budaya lokal. Abraham juga mengajak masyarakat umum, pelajar, dan akademisi untuk mengunjungi Museum Pangeran Cakrabuana secara gratis. “Kami ingin semua kalangan bisa menikmati dan belajar dari kekayaan budaya yang ada di museum ini,” pungkasnya.@ADV/Bams















