Pelita News | Kabupaten Cirebon.- Permintaan pemasangan baru pelanggan air bersih di wilayah barat Kabupaten Cirebon semakin meningkat, menambah beban bagi PDAM Tirtajati yang belum optimal dalam mensuplai air. Untuk mengatasi masalah ini, Direktur Utama PDAM Tirtajati, Suharyadi, bersama dengan PJ Bupati Drs. H. Wahyu Mijaya SH, M.Si, mengadakan diskusi serius mengenai potensi pasokan air dari SPAM Regional Jatigede, Sumedang. Solusi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan baru di wilayah tersebut.
Pertemuan yang melibatkan PJ Bupati, Dirut PDAM, dan Dinas PUTR ini juga membahas rencana kajian ulang tarif Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatigede. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai tarif, sementara tarif yang ditawarkan oleh Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dinilai terlalu tinggi, yaitu sekitar Rp 4.390 per meter kubik. Padahal, kemampuan bayar PDAM Tirtajati hanya sekitar Rp 3.500 per meter kubik.
Suharyadi menegaskan bahwa SPAM Regional Jatigede adalah prioritas utama karena debit airnya sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang belum terjangkau. Pengkajian ulang dengan mempertimbangkan skema penambahan jumlah pelanggan menjadi salah satu solusi yang dipertimbangkan.
Diharapkan, SPAM Regional Jatigede bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Gegesik, Arjawinangun, Susukan, dan Kaliwedi. Terutama di Gegesik dan Arjawinangun, di mana peningkatan kapasitas sangat diperlukan. PDAM Tirtajati telah menerima banyak permohonan sambungan baru di daerah tersebut, sehingga pasokan dari Waduk Jatigede dianggap sebagai solusi efektif untuk masalah suplai air bersih di wilayah-wilayah ini. @ Bams/Kamsur















